Langkah Kepala BGN untuk Dapur MBG yang Membengkak-Bebani Anggaran

Langkah Kepala BGN untuk Dapur MBG yang Membengkak-Bebani Anggaran

Tim detikNews - detikSumut
Jumat, 12 Jun 2026 10:19 WIB
Kepala BGN Nanik S Deyang.
Kepala BGN Nanik S Deyang (Foto: Eva Safitri/BeritaKlik.)
Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan adanya lonjakan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berpotensi membebani anggaran negara. Ribuan dapur yang jumlahnya melebihi kebutuhan itu terancam ditutup apabila terbukti tidak sesuai ketentuan yang berlaku.

"Saat ini total penerima manfaat 63 juta, dengan ketentuan bahwa maksimal dapur 3.000 (karena disewa Rp 6 juta ), jadi hanya butuh dapur/SPPG 21 ribu. Kenyataannya sekarang yang operasional dapurnya 27.877. Berarti over 6.877 x Rp 6 juta/ hari, berarti negara per hari Rp 43 miliar. Atau kalau satu bulan Rp 990 miliar negara rugi," kata Kepala BGN Nanik S Deyang kepada wartawan, dilansir detikNews, Jumat (12/6/2026).

Menurut Nanik, BGN untuk sementara menghentikan pembangunan dapur MBG baru sambil melakukan peninjauan menyeluruh terhadap seluruh SPPG yang telah beroperasi di berbagai daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makanya kami hentikan sekarang sementara pembangunan dapur baru. Kami evaluasi lagi dapur yang sekarang operasional 27.877," ujarnya.

Selain melakukan evaluasi, BGN juga akan menutup dapur yang tidak memenuhi petunjuk teknis pelaksanaan. Penataan ulang distribusi program MBG juga akan dilakukan, termasuk pengurangan penyaluran ke sekolah-sekolah elit yang dinilai tidak menjadi prioritas.

ADVERTISEMENT

"Kita akan tata ulang, mana yang sesuai juknis dan SPPG mana yang tidak sesuai juknis. Yang tidak sesuai Juknis kita akhiri kontraknya," imbuhnya.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads