Daftar 6 Mata Uang Terlemah di Asia Versi Forbes, Rupiah Urutan Berapa?

Daftar 6 Mata Uang Terlemah di Asia Versi Forbes, Rupiah Urutan Berapa?

Tim detikEdu - detikSumut
Sabtu, 13 Jun 2026 13:30 WIB
Petugas menata mata uang Dolar AS dan Rupiah di penukaran valuta asing di Dolarasia, Jakarta, Senin (8/6/2026). Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS kini berada pada level Rp 18.201 atau menguat 0,91%. Mata uang itu merangkak naik dari level Rp 18.106,5 pada awal perdagangan pagi tadi.
Foto: Ilustrasi dolar AS dan Rupiah. (Andhika Prasetia/detikFoto)
Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menyentuh angka Rp 18.000. Bagaimana dengan kondisi mata uang dari negara di Asia lainnya?

Melemahnya mata uang mencerminkan tekanan ekonomi mendasar yang dihadapi oleh setiap negara. Secara umum ada beberapa faktor penyebab hal itu terjadi, mulai dari inflasi tinggi, kondisi geopolitik, hingga menurunnya kepercayaan investor global terhadap pasar uang domestik.

Dilansir detikEdu, berikut daftar mata uang terlemah di Asia per dolar AS. Data tersebut diambil dari konverter mata uang Forbes yang didasarkan pada data dari Open Exchange per 1 Juni 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daftar 6 Mata Uang Terlemah di Asia Versi Forbes

1. Rial Iran (IRR)

Menurut Open Exchange, satu rial Iran bernilai USD 0,000001. Hal itu berarti nilai tukar USD 1 senilai 1.315.000 rial Iran atau per 11 Juni 2026 menyentuh 1.376.000.

ADVERTISEMENT

Nilai IRR alami penurunan tajam menyusul konflik baru-baru ini antara Iran, Israel, dan AS.

2. Pound Lebanon (LBP)

Satu pound Lebanon setara dengan USD 0,000011. Artinya, USD 1 setara dengan 89.432,68 pound Lebanon atau per 12 Juni 2026 senilai 89.252.

Pound Lebanon dalam beberapa tahun terakhir melemah. Hal itu karena perekonomian yang lesu, inflasi dan pengangguran yang tinggi, krisis perbankan, dan gejolak politik.

3. Dong Vietnam (VND)

Menurut Open Exchange satu Dong Vietnam setara dengan USD 0,000038. Hal ini berarti USD 1 bernilai 26.319,32 dong Vietnam atau per 12 Juni 2026 senilai 26.332.

Nilai VND tertekan oleh pembatasan ekspor ke luar negeri dan perlambatan ekspor dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini ditambah dengan periode kenaikan suku bunga yang berkelanjutan dan tinggi di AS.

4. Kip Laos (LAK)

Nilai 1 kip setara dengan USD 0,000046. Dengan kata lain, USD 1 bernilai sama dengan 21.971,71 LAK dan per 12 Juni 2026 menjadi 21.940 LAK.

Kondisi itu dipengaruhi pertumbuhan ekonomi yang lambat di Laos, meningkatnya utang luar negeri, dan inflasi yang tinggi, yang semuanya telah bersekongkol untuk menekan mata uang Laos.

5. Rupiah Indonesia (IDR)

Pada awal Juni satu rupiah bernilai USD 0,000056. Hal itu berarti USD 1 setara dengan Rp 17.827,63.

Bahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Sempat menyentuh Rp 18.000. Kini per 12 Juni 2026, USD 1 senilai Rp 17.923.

Menurut Forbes, Indonesia termasuk yang terbesar di Asia Tenggara dalam hal PDB, terutama berkat sektor jasanya. Indonesia juga kaya akan komoditas, tetapi mata uang nasionalnya telah merosot dibandingkan dengan negara lain karena kombinasi inflasi tinggi dan kekhawatiran resesi.

6. Som Uzbekistan (UZS)

Satu unit mata uang nasional Uzbekistan setara dengan USD 0,000084. Artinya, USD 1 setara dengan 11.917,50 som dan per 12 Juni 2026 menjadi 11.970 som.

Meski Uzbekistan menjadi salah satu pengekspor kapas terkemuka di dunia dan memiliki cadangan mineral, minyak, dan gas yang besar, negara tersebut justru menghadapi pertumbuhan ekonomi yang rendah, inflasi dan pengangguran yang tinggi, serta korupsi.

Daftar-daftar mata uang di atas bukan hanya yang terlemah di Asia per 1 Juni 2026. Menurut Forbes, keenam mata uang di atas merupakan yang terlemah di dunia per 1 Juni 2026, dengan urutan yang sama.

Artikel ini telah tayang di detikEdu, baca selengkapnya di sini

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Rupiah dan IHSG Terus Melemah, Ekonom Ungkap Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads