Jalan dan Jembatan Enang-Enang di Bener Meriah, Aceh, yang rusak akibat bencana diperbaiki warga secara swadaya. Pemerintah bakal membangun kembali jembatan ambruk tersebut tahun depan.
"Enang-Enang itu sebenarnya kita sudah programkan di 2027," kata Plt Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini kepada wartawan, Senin (15/6/2026).
BPJN mengaku sudah bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan perwakilan warga yang membuka kembali jalan tersebut. Jalan dan jembatan disebut diperbaiki masyarakat yang ingin ke kebun agar tidak memutar terlalu jauh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan dan jembatan Enang-Enang merupakan akses utama dari Bireuen-Aceh Tengah. Selama jembatan ambruk, pemerintah membuka jalur alternatif dari Burlah ke Simpang Lancang.
Menurutnya, warga memperbaiki jembatan itu agar dapat melewatinya dengan motor atau berjalan kaki. BPJN tidak merekomendasikan jembatan tersebut dilalui mobil atau truk.
"Kita belum bisa rekomendasi untuk roda empat melewati Enang-Enang. Kalau untuk dilewati sepeda motor atau pejalan kaki mungkin bisa," jelas Zulkarnaini.
Zulkarnaini mengimbau masyarakat dengan kendaraan bermuatan berat agar tidak melewati Enang-Enang. Pihaknya tidak dapat menjamin kekokohan jembatan tersebut.
"Kita sudah siapkan jalan alternatif ke Burlah yang digunakan setelah bencana alam kemarin. Jadi sampai hari ini masih digunakan jalan tersebut. Dan kita juga sudah meningkatkan jalan tersebut dengan kita melebarkan kiri kanan masing-masing satu meter yaitu dari jalan 4 menjadi 6 meter. Itu sudah kita kerjakan," ujarnya.
Sebelumnya, jalan nasional dan jembatan di Tajuk Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah mengalami rusak parah akibat bencana akhir November 2025. Enam bulan pasca musibah, warga turun tangan memperbaiki jalan itu agar dapat dilalui kembali.
Warga secara patungan mengerahkan satu alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan. Masyarakat juga membuat jalur alternatif untuk titik yang sudah tidak dapat dilewati.
Salah satu ujung jembatan yang ada di lokasi jatuh ke sungai. Warga menimbun bagian tersebut dan membuat jalur baru agar dapat terhubung. Kondisi jembatan di jalan utama Bireuen-Aceh Tengah itu dalam keadaan miring.
Dalam video beredar, kendaraan roda dua dan empat sudah dapat melintas meski harus berhati-hati.
Tokoh masyarakat di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Sahrial Abadi menjelaskan, sejumlah warga melakukan patungan untuk mengumpulkan uang agar alat berat dapat bekerja membuka akses. Sahrial mengaku menjual sebagian kebunnya agar dapat menyumbang.
"Terkait Jembatan Enang-Enang ini kami melakukan swadaya masyarakat. Selama ini kami selalu memakai jalan alternatif melewati Burlah ke Simpang Lancang, namun jalan tersebut sudah banyak sekali yang rusak," kata Sahrial kepada wartawan, Selasa (2/6).
Menurutnya, jalan alternatif di Wih Porak itu sempit sehingga memperlambat perjalanan. Selain itu, banyak keluhan dari warga terkait kondisi jalan tersebut.
"Kami berinisiatif melihat sempitnya jalan di sana bisa memperlambat perjalanan dan banyaknya keluhan masyarakat. Kami mengalami inisiatif mengumpulkan dana beberapa orang," jelasnya.
(agse/dhm)
