Sudah mandi, menggunakan deodoran, bahkan menjaga kebersihan tubuh dengan baik, tetapi bau badan tetap muncul? Jika kamu pernah alami kondisi ini, tidak perlu khawatir karena banyak orang juga mengalaminya.
Melansir Wolipop, kondisi ini cukup umum terjadi dan tak selalu berarti produk deodoran yang dipakai tak ampuh. Dalam sejumlah kasus, perubahan pada tubuh, kebiasaan sehari-hari, hingga pola hidup justru bisa menjadi penyebab deodoran terasa kurang efektif dalam menahan bau badan.
Pada dasarnya, keringat berfungsi membantu tubuh menjaga suhu tetap stabil. Bau badan muncul saat keringat bercampur dengan bakteri yang hidup di permukaan kulit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Danielle Raynor, pendiri brand perawatan tubuh Lavanila, perubahan komposisi bakteri pada kulit bisa mempengaruhi aroma tubuh seseorang. Senada dengan itu, Dr. Zenovia menjelaskan bahwa saat kondisi bakteri kulit berubah, bau badan juga dapat berubah sehingga deodoran yang sebelumnya ampuh mungkin tak lagi memberikan hasil yang sama.
Lantas, apa saja faktor yang membuat masih bau badan padahal sudah mandi dan pakai deodoran? Berikut ulasannya.
Penyebab Bau Badan Tetap Muncul Meski Sudah Mandi dan Pakai Deodoran
1. Menggunakan Deodoran Saat Ketiak Belum Kering
Salah satu kesalahan yang kerap dilakukan yakni langsung mengoleskan deodoran seusai mandi. Padahal, kondisi ketiak yang masih lembap bisa mengurangi kemampuan produk menempel pada kulit.
Lapisan air di permukaan kulit bikin deodoran lebih mudah luntur sehingga perlindungannya tidak maksimal. Karena itu, pastikan area ketiak benar-benar kering sebelum memakai deodoran.
2. Cara Pengaplikasian Kurang Optimal
Selain memilih produk yang tepat, cara memakai juga berpengaruh pada hasilnya. CEO Free Brands, Ira Kaganovsky Green, menyarankan untuk mengoleskan deodoran sekitar tiga hingga empat kali pada area ketiak.
Setelah itu, gerakkan lengan beberapa kali supaya produk tersebar merata dan menyesuaikan dengan suhu tubuh. Sebaliknya, penggunaan yang berlebihan justru bisa membuat deodoran menempel pada pakaian dan tak bekerja maksimal di kulit.
3. Terlalu Lama Menggunakan Produk yang Sama
Bila deodoran yang biasa dipakai tiba-tiba terasa kurang efektif, kemungkinan penyebabnya bukan karena kualitas produk menurun, melainkan adanya perubahan pada kondisi tubuh.
Seiring waktu, tubuh bisa mengalami beragam perubahan yang mempengaruhi respons terhadap produk tertentu. Karena itu, sesekali mencoba jenis deodoran lain, seperti spray, roll-on, atau stick, bisa menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan.
4. Stres Memengaruhi Aroma Tubuh
Tekanan mental serta stres ternyata juga bisa berdampak pada bau badan. Ketika stres, tubuh cenderung menghasilkan lebih banyak keringat, sehingga menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri penyebab bau berkembang biak.
Akibatnya, aroma tubuh bisa menjadi lebih kuat ketimbang biasanya, terutama saat sedang cemas atau berada di bawah tekanan.
5. Pola Makan Berubah
Makanan yang dikonsumsi turut mempengaruhi aroma tubuh. Perubahan pola makan bisa memengaruhi keseimbangan mikrobioma kulit, yakni kumpulan bakteri yang hidup di permukaan kulit.
Saat keseimbangan tersebut berubah, aroma tubuh pun bisa ikut berubah. Dalam kondisi tertentu, mengganti jenis deodoran dapat membantu menyesuaikan perlindungan dengan kebutuhan tubuh saat ini.
(dhm/dhm)
