Gubernur Sumatra Utara (Gubsu) Bobby Nasution curhat dirinya pernah menjadi korban aksi pungutan liar (pungli). Bobby mengaku jadi korban pungli saat akan berkunjung ke objek wisata pemandian air panas Sidebuk-debuk, Desa Semangat Gunung, Kabupaten Karo.
Saat itu, kata Bobby, dirinya tengah berlibur bersama keluarga tanpa menggunakan protokoler.
"Saya juga pernah datang ke sana (Sidebuk-debuk) acara tidak resmi, sama anak-anak dan istri saya ke sana. Karena nggak pakai perangkat, nggak pakai apa-apa, ya bayar, bayar juga," ujar Bobby di hadapan Bupati Karo Antonius Ginting dalam video yang diunggah di akun Instagram resminya dilihat detikSumut, Sabtu (20/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bobby, wisatawan yang datang ke Sidebu-debu kesal lantaran pungutan yang terjadi lebih dari satu kali.
"Makanya wisatawan tuh marah, belok kanan pertama bayar, belok kiri pertama bayar, belok kanan kedua bayar, belok kiri masuk ke tempat wisata bayar. Tiap mereka nginjak rem, mereka bayar. Itu baru untuk kendaraannya saja, mereka baru mau berendam, bayar lagi," kata Bobby.
Mantan Wali Kota Medan ini menyebut, banyaknya aksi pungli di objek wisata berujung pada tidak tertariknya wisatawan untuk datang. Ia mencontohkan objek wisata Siosar yang saat ini sepi pengunjung.
"Ini contoh, ya. Saya lihat di Siosar itu dulu begitu rame luar biasa. Di 2025 saya coba masuk ke sana lagi, waduh. Dulunya susah nyari kamar, sekarang susah nyari orang, di sana. Artinya sepi, semua usaha di sana mati. Baik yang punya, masyarakat, vila-vilanya, ataupun homestay-homestay-nya lah, dan segala macam itu pada tutup semua," jelasnya.
Bobby kemudian meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo untuk mencari solusi terhadap permasalahan tersebut. Ia juga memberikan solusi berupa perbaikan jalan.
"Menurut Pemkab Karo, ini akan diadakan lagi retribusi atau tidak, karena dua jawaban ini punya masukan yang berbeda dari kami provinsi. Kami minta kalau masyarakat (pelaku pungli) bisa ditertibkan dengan skema yang baik, kami akan tetap anggarkan uang untuk perbaiki jalan menuju ke sana dengan jalan desa yang sekarang. Tapi tadi kumpulkan lah pelaku-pelaku usaha di sana," ungkapnya.
Ia juga meminta agar Pemkab Karo memastikan pungutan liar tidak terjadi lagi.
"Kami minta paling lama Hari Senin, kalau bisa. Tapi selama menuju Hari Senin ini, selama nunggu keputusan Pak Bupati, ini mau weekend, saya minta tolong, di 24 jam kan di sana, Pol PP-nya, Polri, TNI, kalau perlu dari Pol PP kami. Retribusi di sana diatur dengan tata tertib yang baik," katanya.
(afb/afb)
