Sebuah bus yang mengangkut rombongan jemaat Gereja HKBP Tembesi Indah mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Pantai Glory Melur, Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Dalam peristiwa tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan penumpang mengalami luka-luka.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.30 hingga 11.00 WIB. Berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari saksi, bus diduga mengalami gagal pengereman saat melintasi jalan menurun menuju lokasi wisata Pantai Glory Melur.
"Informasi dari saksi penjaga tiket masuk Pantai Melur, kendaraan diduga mengalami rem blong atau gagal pengereman. Lokasi kejadian berada di jalan menurun sehingga pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraan," kata Afiditya, Sabtu (20/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, rombongan tersebut berencana melaksanakan kegiatan doa bersama di kawasan Pantai Glory Melur. Namun saat memasuki kawasan wisata, bus terus melaju lurus dan tidak sempat berbelok sebelum akhirnya keluar jalur dan terperosok ke area tanah di pinggir jalan.
"Pengemudi tidak sempat mengarahkan kendaraan ke kanan. Kendaraan terus melaju lurus hingga akhirnya masuk ke area tanah dan mengalami kecelakaan," ujarnya.
Afiditya mengatakan di dalam bus terdapat sekitar 30 hingga 40 penumpang, termasuk sejumlah anak-anak yang ikut dalam rombongan gereja tersebut.
"Dari informasi awal yang kami peroleh dari korban dan penumpang yang mengalami luka ringan, jumlah penumpang sekitar 30 sampai 40 orang dan ada juga anak-anak di dalam kendaraan," katanya.
Akibat kecelakaan itu, satu orang perempuan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.
"Korban meninggal dunia satu orang perempuan. Korban bukan meninggal di lokasi kejadian, tetapi setelah dievakuasi dan mendapatkan penanganan di rumah sakit," ujar Afiditya.
Selain korban meninggal dunia, sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka. Polisi mencatat sedikitnya satu korban mengalami patah kaki dan satu korban lainnya mengalami patah tangan.
Saat proses evakuasi berlangsung, tiga penumpang sempat terjepit di dalam kendaraan akibat posisi bus yang terguling. Seluruh korban yang terjepit berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan.
"Ada tiga korban yang sempat terjepit. Seluruhnya sudah berhasil dievakuasi. Informasi sementara, korban yang meninggal dunia merupakan salah satu korban yang dievakuasi terakhir," ujarnya.
Para korban awalnya mendapatkan penanganan di Puskesmas Galang sebelum dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Batam untuk perawatan lebih lanjut.
"Korban dirujuk ke beberapa rumah sakit, di antaranya RS Graha Hermine, RSUD Embung Fatimah, RS Bunda Halimah, dan RS Elisabeth," ujarnya.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendataan jumlah korban serta penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
"Kami masih melakukan pendataan dan pengumpulan keterangan dari para saksi maupun korban untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan," ujarnya.
(afb/afb)
