Harga tiket pesawat rute pergi pulang dari Medan-Bangkok tembus Rp 7 juta-an per orang untuk sekali perjalanan. Harga tiket naik 3-4 kali lipat untuk sekali perjalanan membuat jastiper memilih untuk setop menerima pre order (PO) terlebih dahulu daripada boncos.
Berdasarkan pantauan detiksumut, Minggu (21/6/2026), harga tiket pesawat rute Medan-Bangkok melambung drastis untuk penerbangan langsung. Bahkan, jadwal rute langsung ini tidak tersedia setiap hari.
Harga tiket pesawat rute langsung Medan-Bangkok pekan ini tembus Rp 4,6 juta per orang. Harga tiket ini untuk penerbangan langsung menggunakan maskapai Air Asia yang tersedia pada 22 Juni 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, para penumpang biasanya hanya merogoh biaya rute ini hanya Rp 1 jutaan per orang. Selain itu, detikers juga dapat menaiki penerbangan langsung rute Medan-Bangkok pada 24 Juni 2026 dengan harga Rp 3,8 jutaan per orang untuk sekali penerbangan.
Kemudian, penerbangan rute langsung kembali dibuka pada 26 Juni ini dengan harga Rp 3,15 juta per orang.
Namun, beberapa maskapai mematok harga untuk rute transit mulai harga Rp 2 jutaan per 2,1 jutaan per orang menggunakan maskapai Scoot.
Namun, detikers harus melakukan transit setidaknya 21 jam di Bandara Changi, Singapura. Jadwal rute transit menggunakan maskapai Scoot ini hampir tersedia setiap harinya.
Kondisi serupa terjadi untuk harga tiket pulang Bangkok-Medan yang juga rata-rata mematok harga Rp 3 juta-Rp 4 juta per orang. Bahkan, tidak ada jadwal penerbangan langsung ke Bandara Kualanamu.
Artinya, detikers setidaknya harus merogoh kocek sekitaran Rp 7 juta-8 jutaan per orang untuk tiket PP Medan-Bangkok. Padahal, biaya untuk rute ini biasanya hanya sekitar Rp 2 jutaan per orang.
Kondisi ini membuat para penjual jasa titip barang atau jastiper asal Medan pusing lantaran modal yang tiba-tiba melambung. Mereka dilema harus menghentikan jadwal jastip sementara waktu atau menaikkan biaya jastip.
"Aduh pusing kali tiket naik kali ampun. Biasanya modal tiket Rp 2 jutaan lah udah PP. Terakhir pergi awal bulan Juni ini kita keluar modal hampir Rp 8 jutaan sekalian bagasi karena kan kita buka jastip," ungkap jastiper asal Deli Serdang Dinda kepada detikSumut.
"Belum lagi hotel, makan kita di sana kan. Mana tertutup kalau biaya jasa sama kayak biasa, tapi kalau dinaikkan takut kabur mereka kemahalan padahal ongkos saja sudah mahal," pungkasnya.
Terkait hal ini, Dinda pun terpaksa menghentikan jadwal PO jastipnya hingga menunggu kondisi tiket pesawat yang stabil.
"Setop dulu lah daripada boncos kan. Dulu tiap minggu berangkat, sekarang belum lagi lah, terakhir yang awal Juni. Semogalah normal lagi harga tiket ini ya," ucapnya.
Simak Video "Video Menhub soal Kenaikan Tiket Pesawat: Range 9-13 %, Tak Boleh Lebih "
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
