3 Pola Makan yang Bikin Stres Meningkat, Diet Auto Gagal!

3 Pola Makan yang Bikin Stres Meningkat, Diet Auto Gagal!

Yenny Mustika Sari - detikSumut
Senin, 22 Jun 2026 09:00 WIB
Healthy food selection on white background. Detox and clean diet concept. Foods high in vitamins, minerals and antioxidants. Anti age foods. Top view.
Foto: Getty Images/bit245
Medan -

Menjaga pola makan merupakan salah satu bagian terpenting jika ingin mendapatkan body goals. Tapi jangan sampai salah memilih pola makan atau metode diet karena dapat meningkatkan stress.

Stres membuat diet tidak menyenangkan dan berpotensi gagal. Diet yang baik adalah menggunakan metode yang menyenangkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari detikFood dari Food NDTV, Rujuta Diwekar, seorang ahli gizi mengatakan pola makan yang buruk juga dapat memperburuk stres. Ada 3 pola makan yang sebaiknya dihindari agar tidak menyebabkan stres.

3 Pola Makan yang Bikin Stres

ADVERTISEMENT

1. Tidak Sarapan

Sarapan disebut sangat baik untuk asupan nutrisi harian karena juga bisa menunjang kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, sebaiknya jangan melupakan sarapan.

Mereka yang melewatkan sarapan justru bisa mengalami peningkatan kadar kortisol secara alami. Diwekar juga menjelaskan kalau melewatkan sarapan dapat mengganggu ritme asupan nutrisi dan membuat stres lebih meningkat.

2. Tidak Konsumsi Buah

Buah-buahan banyak dihindari karena kandungan gulanya, padahal termasuk makanan sehat dengan asupan beragam nutrisi. Contohnya terlihat pada orang-orang yang menghindari konsumsi pisang dan mangga.

Diwekar menyebutkan kalau dua jenis buah itu sebenarnya menyediakan prebiotik yang mendukung kesehatan usus dan pencernaan. Kandungan tersebut justru baik untuk memperbaiki kondisi stres.

Buah-buahan juga diketahui mengandung zat antioksidan dan polifenol. Kandungan itu baik untuk menjaga imunitas tubuh, juga meningkatkan kesehatan kulit dan rambut.

3. Diet Rendah Karbohidrat

Banyak orang melakukan diet rendah karbohidrat agar penurunan berat badan berlangsung cepat. Namun, cara ini justru dapat menyebabkan stres melonjak.

Rujita Diwekar mengatakan, "Ketika kita berhenti mengonsumsi nutrisi seimbang, ada neurotransmitter yang disebut GABA, yang menekan stres. Kadar neurotransmitter ini juga mulai menurun."

Jadi, sebaiknya kontrol asupan makanan yang mengandung manis berlebih alih-alih mengurangi nasi atau makanan karbohidrat lainnya.




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads