Pemerintah mengeluarkan stimulus ekonomi untuk menumbuhkan pertumbuhan ekonomi periode Juli-Desember 2026. Stimulus ekonomi pada semester II itu bernilai Rp 26 triliun lebih.
"Total stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk di semester II ini nilainya sekitar Rp 26,34 triliun," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dikutip detikFinance.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Airlangga, ada delapan kebijakan yang dibagi dalam tiga pilar yakni stimulus dan insentif, magang dan vokasi, serta bantuan pangan.
Stimulus Ekonomi Periode Juli-Desember 2026
1. Tarif Khusus PPh Final Royalti Penulis
Penetapan tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) Final Royalti sebesar 1,5%, bagi penulis nasional.
2. Diskon transportasi dan insentif transportasi udara periode libur sekolah
Potongan tarif 30% harga tiket untuk kereta api (periode 20 Juni-5 Juli) dan tarif dasar untuk kapal Pelni (periode 20 Juni-15 Agustus), serta gratis tarif jasa kepelabuhan ASDP (periode 20 Juni-5 Juli). Anggaran untuk program ini Rp 190,5 miliar dengan target 3 juta penumpang.
Selain itu, terdapat subsidi penuh terhadap Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) 100% untuk tiket pesawat berjadwal domestik kelas ekonomi. Anggaran untuk program ini Rp 472,7 miliar dengan target 2,3 juta penumpang.
3. Diskon transportasi periode libur Natal & Tahun Baru
Selain periode libur sekolah, terdapat potongan tarif 30% harga tiket untuk kereta api periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) yakni 22 Desember 2026-4 Januari 2027 dan 30% tarif dasar untuk kapal Pelni (periode 17 Desember 2026-10 Januari 2027), serta gratis tarif jasa kepelabuhan ASDP (periode 22 Desember 2026-10 Januari 2027). Anggaran untuk program ini Rp 161,4 miliar dengan target 2,8 juta penumpang.
Selain itu, terdapat subsidi penuh PPN DTP 100% untuk tiket pesawat berjadwal domestik kelas ekonomi. Anggaran untuk program ini Rp 722 miliar dengan target 3,7 juta penumpang.
4. Insentif impor LPG dan bahan baku plastic
Bea masuk 0% atas impor LPG bagi industri petrokimia (estimasi total manfaat Rp 2,25 triliun vs kehilangan pendapatan negara Rp 360 miliar per tahun), serta bea masuk 0% atas bahan baku plastik dan penurunan bea masuk impor suku cadang pesawat dengan anggaran Rp 500 miliar.
5. Program magang
Program magang dilanjutkan mulai Juli 2026 dengan alokasi dana Rp 4,14 triliun yang menyasar total 150 ribu peserta.
6. Pelatihan vokasi
Anggaran sebesar Rp 2,12 triliun untuk peningkatan keterampilan kompetensi tenaga kerja. Program ini difokuskan khusus kepada 220 ribu lulusan SMK, serta 50 ribu pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
7. Bantuan beras 10 kg
Bantuan beras 10 kg dilanjutkan untuk 33,24 juta penerima selama tiga bulan mulai Juli-September 2026. Perkiraan anggaran untuk program ini Rp 17,54 triliun (belum termasuk biaya operasional).
8. Bantuan stabilisasi harga dan pasokan pangan (SPHP) kedelai
Bantuan SPHP kedelai untuk perajin tahu/tempe paling tinggi sebesar Rp 2.000/kg untuk total kuota 250 ribu ton pada tahap pertama. Program ini berlaku untuk daerah yang harga kedelainya di atas harga acuan pembelian (HAP) dengan anggaran Rp 500 miliar.
Simak Video "Video JK dan Anaknya Temui Prabowo Bicara Investasi Energi Rp 70 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
