Zina Tergolong Dosa Besar, Apakah Bisa Diampuni?

Zina Tergolong Dosa Besar, Apakah Bisa Diampuni?

Anisa Rizki Febriani - detikSumut
Selasa, 23 Jun 2026 07:01 WIB
Ilustrasi zina.
Foto: Freepik/Freepik
Jakarta -

Dalam ajaran Islam, perbuatan zina termasuk kategori dosa besar. Tidak hanya dilarang melakukan perbuatan zina, umat muslim dilarang mendekatinya.

Larangan tentang zina tertuang dalam surah Al Isra ayat 32. Allah SWT berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk."

Karena masuk kategori dosa besar, apakah umat muslim yang terlanjut melakukannya masih bisa mendapat ampunan dari Allah SWT? Simak penjelasannya di bawah ini.

ADVERTISEMENT

Ampunan atas perbuatan dosa zina tidak datang begitu saja. Diperlukan penyesalan yang tulus, penghentian perbuatan maksiat, serta tekad kuat untuk tidak mengulanginya lagi.

Ini Cara Bertaubat dari Dosa Zina

Dikutip detikHikmah, muslim yang melakukan dosa besar termasuk zina bisa bertaubat dengan taubat nasuha. Dilansir dari buku Mengetuk Pintu Taubat oleh Muhammad Syaiful Hidayat dan Yunus Hanis Syam, taubat nasuha adalah taubat yang jujur dan pasti, menghapus kesalahan lalu, membenahi orang yang bertaubat, serta menghilangkan dari dirinya segala perbuatan salah yang telah dilakukan.

Berikut cara taubat nasuha yang bisa dilakukan muslim seperti dijelaskan dalam buku Ibadah-ibadah Paling Terhormat Bagi Pelaku Maksiat Agar Taubat Nasuha susunan Muhammad Nasrullah.

  1. Berhenti dari perbuatan yang menyebabkan dosa dan mulai melaksanakan perintah Allah SWT
  2. Melakukan salat taubat dan berdoa memohon ampun kepada Allah SWT
  3. Menyesal sepenuhnya perbuatan dosa yang telah dilakukan
  4. Berjanji untuk tidak mengulangi kembali dan sungguh-sungguh

Selain itu, Buya Yahya melalui ceramahnya juga menyebut muslim yang berbuat zina bisa menangis dengan sungguh-sungguh menyesali perbuatan yang dilakukan. Ini jadi salah satu cara bertaubat karena Allah SWT Maha Pengampun.

"Lalu taubatnya bagaimana? Cukup menangis dengan serius disaat tidak ada orang lain yang tahu di kamarnya yang sempit, menangis. Maka Allah maha pengampun kok, tidak harus dicambuk. Dicambuk kapan? Jika ditemukan oleh 4 saksi atau sudah terlanjur ikrar kepada hakim, harus. Selebihnya apa? Kita pun tidak boleh membicarakan," ujarnya dalam YouTube Al Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izin mengutip channel tersebut.

Tata Cara Salat Taubat

Berikut langkah-langkah mengerjakan sholat taubat yang dinukil dari buku Panduan Shalat untuk Wanita karya Ria Khoirunnisa.

  • Membaca niat sholat taubat
  • Takbiratul ihram
  • Membaca doa iftitah
  • Membaca surah Al Fatihah
  • Membaca surah pendek dalam Al-Qur'an
  • Rukuk
  • Iktidal
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Bangun dari sujud
  • Lanjutkan rakaat kedua seperti rakaat pertama
  • Tasyahud akhir
  • Salam
  • Membaca doa sholat taubat


Niat Salat Taubat: Arab, Latin dan Arti

أصلى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى .

Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat sholat taubat dua rakaat Lillahi Ta'aalaa."

Doa Salat Taubat

Doa salat taubat ini dibaca setelah mengerjakan amalan tersebut. Masih dari sumber yang sama, pertama-tama muslim melantunkan istighfar terlebih dahulu.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا.

Astaghfirullaahal Azhiimal-ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata 'abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf'an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuran.

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Maha Tegak, aku bertaubat (kembali) kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang telah berbuat kezhaliman, yang tiada lagi mempunyai untuk dirinya sendiri madharat atau pun manfaat, mati, hidup ataupun kebangkitan dari kematian nanti."

Setelah itu baca doa berikut,

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى صِدْقِكِ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

Allaahumma anta Rabbii, laa ilaaha illaa anta. Khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaashidqika wa wa'dika mastatha'tu. A'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu'u laka bi ni'matika 'alayya wa abuu'u bi dzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha setia kepada janji-Mu sejauh yang aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kulakukan, aku mengakui semua nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku, karena tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."

Apakah Dosa Zina Bisa Diampuni?

Hujjatul Islam Imam al-Ghazali dalam kitabnya Mukasyafatul Qulub (edisi Indonesia terbitan Shahih) menukil sebuah hadits yang menyebut dosa zina masih bisa diampuni dengan syarat bertobat.

Rasulullah SAW bersabda,

"Hindarilah perbuatan menggunjing, karena sesungguhnya ia lebih parah (keji) dari zina." Mereka bertanya, "Bagaimana menggunjing itu bisa lebih parah dari zina?"

Rasulullah SAW menjawab, "Sesungguhnya seorang laki-laki bisa jadi berzina, lalu dia bertobat, maka Allah menerima tobatnya. Sedangkan dosa penggunjing tidak bisa diampuni hingga orang yang digunjingnya memaafkannya."

Dinukil dari buku Berguru Kepada Jibril karya Brilly El-Rasheed, seorang muslim yang pernah berzina harus bertobat untuk mendapat ampunan. Ia juga wajib menyembunyikan aibnya tersebut dari siapa pun.

Hal tersebut bersandar pada sebuah hadits yang berasal dari Abdullah bin Umar, setelah Rasulullah SAW merajam Al-Aslami (seseorang dari bani Aslam) beliau bersabda,

"Jauhilah perbuatan menjijikkan yang Allah larang ini. Siapa yang pernah melakukannya, hendaknya ia merahasiakannya dengan tabir yang Allah berikan kepadanya, dan bertobatlah kepada Allah. Karena siapa yang kesalahannya dilaporkan kepada kami, maka kami akan tegakkan hukuman seperti dalam kitab Allah." (Al-Mustadrak li Al-Hakim, As-Sunan Ash-Shughra li Al-Baihaqi dan dishahihkan Adz-Dzahabi)/

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Pentingnya Membaca Al Fatihah Secara Sempurna sebagai Rukun Salat"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads