Sebanyak 12 orang korban ledakan di Kapal Aceh Hebat (AH) 2 masih dirawat di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh. Satu korban sudah dibolehkan pulang.
"Satu pasien sudah pulang berobat jalan," kata Kepala Bidang Humas RSUDZA Rahmadi saat dimintai konfirmasi detikSumut, Selasa (30/6/2026).
Korban yang sudah meninggalkan rumah sakit adalah Soufi Ramadan (20). Menurutnya, dua korban saat ini masih dirawat di Ruang ICU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini tinggal 12 orang yang masih dirawat. Kondisinya Alhamdulillah semakin ada perbaikan," ujarnya.
Korban ledakan di Kapal Aceh Hebat semuanya berjumlah 15 orang. Dua orang di antaranya meninggal dunia dalam perawatan yakni Muhammad Bilal Ramzi dan Fakhri Herdieco.
Keduanya merupakan taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh. Insiden ledakan Kapal AH 2 terjadi saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh setelah berlayar dari Sabang, Jumat (12/6). Ketika penumpang dan kendaraan sudah turun, 16 taruna Poltekpel diminta masuk ke dalam.
14 taruna berada di ruang mesin dan dua lainnya berada di atas kapal. Mereka mengikuti praktek dengan instruktur Kepala Kamar Mesin (KKM) Agus Widodo (47).
"Ketika itu KKM kapal merupakan instruktur dari Poltekpel jadi bawa anak-anak ngajar untuk mengenal mesin yang ada di kapal. Di saat itulah terjadi insiden itu," kata Kepala Kantor KSOP Malahayati Amfami kepada wartawan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.
Ledakan terdengar sekira pukul 11.13 WIB. Menurutnya, ledakan terjadi pada salah satu pompa yang ada di ruang mesin. Akibatnya 14 taruna Poltekpel Malahayati dan kepala kamar mesin kapal mengalami luka bakar.
(agse/mjy)
