Satu taruna korban ledakan di Kapal Aceh Hebat (AH) 2, Muhammad Zulfikar meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh. Hingga hari ini sudah tiga korban wafat.
"Zulfikar meninggal tadi malam. Dia dirawat di ICU," kata Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSUDZA dr Novita saat dimintai konfirmasi detikSumut, Rabu (1/7/2026).
Jenazah Zulfikar telah dibawa pulang ke rumah duka. Korban berasal dari Medan, Sumatera Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bidang Humas RSUDZA Rahmadi mengatakan, korban yang dirawat di Ruang ICU 2 mengalami penurunan kondisi dinihari tadi sekitar pukul 00.00 WIB. Dokter jaga menyampaikan kondisi pasien ke pihak keluarga.
Setengah jam berselang, dokter melakukan pemeriksaan kembali terhadap Zulfikar namun kondisi umumnya tidak tampak perbaikan. Taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati itu menghembuskan napas terakhirnya di depan keluarga pukul 01.00 WIB.
Diketahui, ketiga korban ledakan Aceh Hebat meninggal dunia dalam perawatan. Saat ini, 11 orang masih dirawat dan satu pasien sudah dibolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan.
Insiden ledakan Kapal AH 2 terjadi saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh setelah berlayar dari Sabang, Jumat (12/6). Ketika penumpang dan kendaraan sudah turun, 16 taruna Poltekpel diminta masuk ke dalam.
14 taruna berada di ruang mesin dan dua lainnya berada di atas kapal. Mereka mengikuti praktek dengan instruktur Kepala Kamar Mesin (KKM) Agus Widodo (47).
"Ketika itu KKM kapal merupakan instruktur dari Poltekpel jadi bawa anak-anak ngajar untuk mengenal mesin yang ada di kapal. Di saat itulah terjadi insiden itu," kata Kepala Kantor KSOP Malahayati Amfami kepada wartawan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.
Ledakan terdengar sekitar pukul 11.13 WIB. Menurutnya, ledakan terjadi pada salah satu pompa yang ada di ruang mesin. Akibatnya 14 taruna Poltekpel Malahayati dan kepala kamar mesin kapal mengalami luka bakar.
(astj/astj)
