Militer Amerika Serikat mengirimkan 2.000 personel ke Venezuela. Prajurit yang dikirim itu dikerahkan untuk membantu pemulihan pascagempa yang terjadi pekan lalu.
"Memiliki sekitar 2.000 anggota tim di daerah tersebut -- di darat, udara, dan laut -- di sekitar Venezuela," kata Jenderal Francis Donovan, kepala Komando Selatan Amerika Serikat, kepada wartawan, dilansir detiikNews dari kantor berita AFP, Kamis (2/7/2026).
Prajurit militer AS, kata dia, akan membantu membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa. Tak hanya itu, pasokan logistik untuk korban juga akan diberikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka bekerja keras setiap hari untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan, untuk membantu upaya pemulihan, untuk mengirimkan pasokan yang dibutuhkan," imbuh jenderal senior AS itu.
Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi berturut-turut, mengguncang Venezuela pada hari Rabu pekan lalu. Gempa kembar itu meruntuhkan banyak bangunan, merusak bandara utama negara itu, dan menyebabkan hampir 2.300 orang tewas.
Puluhan ribu orang hingga kini belum diketahui nasibnya dan dikhawatirkan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan secara intensif untuk menemukan para korban. Upaya tersebut tetap berlangsung meski jendela waktu kritis selama 72 jam untuk bertahan hidup telah terlewati.
Di tengah proses pencarian korban, puluhan ribu warga Venezuela kini kesulitan mendapatkan makanan dan tempat berlindung setelah gempa kembar tersebut.
Para dokter memperingatkan potensi munculnya wabah penyakit karena banyak warga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa tidur di jalanan.
Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNHCR, melaporkan kekurangan makanan terjadi secara luas. Layanan dasar lumpuh dan saluran komunikasi sebagian besar terputus di kota pelabuhan La Guaira yang menjadi wilayah terdampak paling parah akibat gempa.
Pemerintah Venezuela telah menetapkan masa berkabung nasional selama tujuh hari untuk mengenang para korban gempa. Pengumuman itu disampaikan Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez pada hari Rabu (1/7) waktu setempat.
"Jiwa negara terkoyak oleh kehilangan nyawa," kata Delcy.
(astj/astj)
