Kemendagri Bakal Panggil Bupati Purwakarta Terkait Kontroversi Lagu 'Lalaki Langit'

Nasional

Kemendagri Bakal Panggil Bupati Purwakarta Terkait Kontroversi Lagu 'Lalaki Langit'

Kadek Melda Luxiana - detikSumut
Jumat, 03 Jul 2026 07:31 WIB
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein
Foto: Dian Firmansyah/detikJabar
Purwakarta -

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan perhatian terhadap polemik lagu berbahasa Sunda berjudul Lalaki Langit yang diciptakan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein. Lagu tersebut belakangan menjadi sorotan publik dan menuai kontroversi.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benny Irwan mengatakan pihaknya telah mengikuti perkembangan kasus tersebut melalui pemantauan media. Menurutnya, persoalan itu juga sudah dibahas di lingkungan internal kementerian.

"Kemendagri mengetahui dan mengikuti pemberitaan tersebut dari hasil monitoring media. Atas hal tersebut sudah dilakukan pembahasan secara internal," kata Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri) Benny Irwan saat dihubungi, Jumat (3/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai tindak lanjut, Kemendagri berencana memanggil Saepul Bahri Binzein untuk memberikan penjelasan terkait lagu yang menjadi polemik tersebut. Benny menjelaskan hasil klarifikasi nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pembinaan selanjutnya, termasuk menilai apakah terdapat pelanggaran yang dilakukan.

"Sebagai tindak lanjut, sesuai aturan, maka dalam waktu dekat Bupati Purwakarta akan dipanggil ke Kemendagri untuk diminta keterangan atau klarifikasi. Hasil permintaan keterangan atau klarifikasi akan menentukan langkah pembinaan selanjutnya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Benny mengungkapkan pemanggilan terhadap Bupati Purwakarta diperkirakan berlangsung dalam satu hingga dua hari ke depan.

"Kita tunggu dalam satu, dua hari ini, ya," imbuhnya.

Om Zein Sudah Menyampaikan Permintaan Maaf

Sebelumnya, lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat karya Saepul Bahri Binzein menuai kritik hingga berujung somasi. Sejumlah pihak menilai lirik lagu tersebut mengandung unsur seksisme dan dianggap merendahkan perempuan.

Menanggapi polemik itu, Om Zein telah menyampaikan permintaan maaf. Ia menjelaskan lagu beserta videonya dibuat pada 2020, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

"Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu, saya nakal dan bersyukur tuhan menciptakan saya jadi lelaki, mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa jaga diri," ujar Bupati Purwakarta saat dikonfirmasi melalui pesan elektronik, seperti dilansir detikJabar, Rabu (1/7).

Di tengah derasnya kritik, Om Zein juga telah menghapus lagu Lalaki Langit yang berlirik "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" dari seluruh akun media sosial pribadinya. Ia menegaskan bahwa lagu tersebut tidak pernah dimaksudkan untuk merendahkan atau menyinggung pihak mana pun.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads