Wabup Langkat Tiorita Nangis karena Bupati Ondim Ditangkap KPK

Wabup Langkat Tiorita Nangis karena Bupati Ondim Ditangkap KPK

Nizar Aldi - detikSumut
Jumat, 03 Jul 2026 19:39 WIB
Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti saat wawancara soal Ondim ditangkap KPK
Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti saat wawancara soal Ondim ditangkap KPK (Foto: Istimewa)
Langkat -

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim bersama 6 orang lain. Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti menangis saat ditanya perihal itu.

"Saya menghormati asas praduga tidak bersalah, saya berdoa khususnya buat kabupaten Langkat ini, semua kita berdoa supaya Pak Bupati selalu dalam lindungan oleh Allah SWT dan semua keluarga, saya harap tabah untuk menghadapi ujian ini," kata Tiorita Br Surbakti usai Nobar Piala Dunia, Jumat (3/7/2026).

Tiorita mengaku terakhir bertemu dengan Ondim pada Rabu (1/7)saat HUT Bhayangkara. Tiorita terlihat berulang kali menghapus matanya karena menangis saat wawancara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkat ini, kita tetap harus kuat dan maju untuk mendapatkan Langkat yang lebih baik dan sejahtera," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya diberitakan, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Dalam operasi tersebut, tim penyidik mengamankan Bupati Langkat, Syah Afandin.

"Benar," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto ketika dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026).

KPK mengamankan pria yang disapa Ondim itu berkaitan dengan kasus suap proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat.

"Adapun perkara ini diduga terkait dengan suap proyek-proyek di Dinas Pendidikan dan juga Dinas Perkim Kabupaten Langkat," kata Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (3/7) dilansir detiNews.

Dalam OTT tersebut, KPK menemukan uang suap diduga untuk Bupati Syah dari pihak swasta. KPK hingga kini masih mendalami dugaan uang suap atau gratifikasi lainnya yang diterima Bupati Syah Afandin.

"Diduga uang yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini berkaitan dengan fee proyek yang ada di Dinas Pendidikan ataupun di Dinas Perkim," ucap dia.

"Dan tentunya nanti juga akan didalami, ditelusuri apakah juga ada penerimaan-penerimaan lainnya atau gratifikasi yang dilakukan oleh bupati atau penyelenggara negara di wilayah Langkat," tambahnya.

Saat ini, KPK telah menyegel sejumlah lokasi. Hal itu dilakukan untuk kepentingan proses pengusutan perkara ini.

Dalam OTT tersebut, ada tujuh orang yang diamankan KPK . Selain Bupati Syah, satu orang di antaranya adalah ASN di Langkat, dan lima orang pihak swasta.




(niz/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads