Polisi-Masyarakat Berjibaku Padamkan Karhutla di Bengkalis, Kolaborasi Jadi Kunci

Riau

Polisi-Masyarakat Berjibaku Padamkan Karhutla di Bengkalis, Kolaborasi Jadi Kunci

Raja Adil Siregar - detikSumut
Sabtu, 08 Agu 2026 21:59 WIB
Pemadaman Karhutla di Bengkalis, Riau.
Foto: Pemadaman Karhutla di Bengkalis, Riau. (dok. Polres Bengkalis)
Bengkalis -

Polres Bengkalis bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), perusahaan dan masyarakat bergerak cepat melakukan pemadaman dan pendinginan. Khususnya lahan terbakar di 2 lokasi wilayah Bengkalis.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pertama dilakukan di HGU PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL), Desa Bandar Jaya, Siak Kecil. Lokasi kedua di lahan masyarakat Jalan Tangkahan Tegar Ujung, Pematang Pudu, Mandau berbatas dengan Desa Buluh Apo, Pinggir.

Di Kecamatan Siak Kecil, petugas gabungan melakukan verifikasi terhadap titik api yang terpantau sebelum dilanjutkan pemadaman dan pendinginan. Kebakaran terjadi di lahan gambut dengan luas sekitar 1,2 hektare itu awalnya sulit dikendalikan karena panas trik dan angin kencang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak lebih dari 50 personel dari Polsek Siak Kecil, Polsek Bukit Batu, TNI, BPBD, Manggala Agni, MPA Desa Bandar Jaya dan Muara Dua dan lerwakilan pihak PT TKWL dikerahkan melakukan pemadaman. Selain itu ada dukungan peralatan berupa mesin pemadam dan puluhan gulung selang turut digunakan dalam mempercepat proses penanganan.

"Petugas gabungan melakukan pengecekan lokasi, pencatatan saksi, pemasangan garis polisi serta dokumentasi sebagai bagian dari proses penanganan dan penyelidikan. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan," kata Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar ketika dimintai konfirmasi, Sabtu (8/8/2026).

ADVERTISEMENT

Sementara di wilayah Kecamatan Mandau, personel gabungan juga melaksanakan pemadaman dan pendinginan Karhutla di lahan masyarakat. Kebakaran di lokasi tersebut diperkirakan telah menghanguskan sekitar 10 hektare lahan yang didominasi semak belukar.

Lokasi itu bahkan telah ditanami kelapa sawit dengan kondisi tanah kering. Tentu saja, cuaca panas dan angin kencang turut mempercepat penyebaran api.

Kondisi terkini, api di kedua lokasi berhasil dikendalikan dan sebagian besar padam. Petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali menyala, terutama pada area yang masih mengeluarkan asap.

"Penanganan karhutla bukan hanya tanggungjawab satu pihak. Sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, MPA, perusahaan dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah api meluas dan memastikan wilayah tetap aman. Kolaborasi ini juga menjadi kunci," kata Fahrian.

Polres Bengkalis mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta segera melapor bila menemukan titik api atau aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan karhutla.

"Cegah karhutla sejak dini. Jangan bakar lahan, jaga lingkungan, dan laporkan segera setiap titik api," kata Fahrian mengimbau masyarakat.



(ras/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads