Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,9 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Jumlah tersebut meningkat 38 persen dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp2,1 triliun.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto, memaparkan kebutuhan uang kartal pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2026 secara nasional diperkirakan mencapai Rp185,6 triliun atau naik 15,1 persen dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp161 triliun. Menurutnya, peningkatan ini didorong oleh tren kenaikan permintaan uang tunai, membaiknya pertumbuhan ekonomi, serta meningkatnya mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran.
"Untuk wilayah Kepri juga meningkat 16 persen dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp2,5 triliun. Sementara itu, khusus layanan penukaran uang, BI Kepri menyiapkan Rp94,2 miliar atau melonjak 165,35 persen dibandingkan realisasi penukaran 2025 sebesar Rp35,5 miliar," kata Rony dalam keterangannya, Sabtu (14/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rony menjelaskan, peningkatan kebutuhan uang tunai telah diantisipasi sejak awal melalui perencanaan yang matang serta koordinasi dengan perbankan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan uang kartal di seluruh wilayah Kepulauan Riau.
"Kenaikan kebutuhan hingga 38 persen dibandingkan tahun lalu sudah kami perhitungkan berdasarkan tren historis, proyeksi pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan mobilitas masyarakat saat Ramadan dan Idul Fitri," ujarnya.
Rony menerangkan, layanan penukaran uang akan dilakukan melalui kas keliling ke tempat ibadah, layanan penukaran terpadu bersama perbankan, loket-loket bank, serta layanan bagi stakeholder utama. BI juga mengimbau masyarakat menukarkan uang di lokasi resmi guna menghindari risiko peredaran uang palsu dan memastikan tidak ada biaya tambahan.
"Kami mengimbau masyarakat melakukan pemesanan penukaran melalui aplikasi dan menukarkan uang di lokasi resmi yang telah ditetapkan. Selain aman dari risiko uang palsu, layanan ini juga tidak dipungut biaya," ujarnya.
(afb/afb)
