ASDP Batam Catat Lonjakan Penumpang saat Evaluasi Angkutan Lebaran 2026

Kepulauan Riau

ASDP Batam Catat Lonjakan Penumpang saat Evaluasi Angkutan Lebaran 2026

Alamudin Hamapu - detikSumut
Rabu, 01 Apr 2026 16:00 WIB
Antrean kendaraan roda dua pemudik tujuan Tanjung Uban, Bintan mulai memadati area Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Batam. (Foto: Alamudin Hamapu/detikSumut)
Foto: Alamudin Hamapu/detikSumut
Batam -

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam merampungkan evaluasi angkutan Lebaran 2026 di lintasan Telaga Punggur-Tanjung Uban. Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan jumlah penumpang.

General Manager ASDP Batam, Reno Yulianto, mengatakan total penumpang selama periode H-10 hingga H+10 mencapai 121.014 orang atau naik hingga 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan didominasi penumpang yang berada di dalam kendaraan.

"Lonjakan penumpang cukup tinggi, terutama yang menggunakan kendaraan. Ini menjadi perhatian kami dalam pengaturan kapasitas ke depan," kata Reno, Rabu (1/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sisi kendaraan, tercatat sebanyak 34.724 unit melintas pada lintasan Telaga Punggur-Tanjung Uban. Angka ini meningkat dibanding 2025, dengan lonjakan paling signifikan pada kendaraan roda dua dan bus.

ADVERTISEMENT

Meski terjadi peningkatan trafik, jumlah kapal yang beroperasi justru lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya, yakni hanya tiga unit atau turun sekitar 25 persen. Kondisi ini berdampak pada kepadatan di hari-hari puncak.

Data ASDP menunjukkan beberapa periode mengalami over kapasitas, terutama pada H-3, H-2, serta H+1 hingga H+3 Lebaran. Puncak arus mudik terjadi pada H-2, sementara arus balik tertinggi terjadi pada H+2.

"Kepadatan memang terjadi di hari puncak, sehingga ke depan perlu ada pengaturan distribusi arus agar tidak menumpuk di waktu yang sama," jelasnya.

Selain persoalan kapasitas, ASDP Batam juga menemukan adanya praktik tiket tidak resmi. Bahkan, ditemukan tiket palsu yang menggunakan barcode yang dikirim melalui aplikasi pesan singkat.

"Ada temuan tiket palsu dengan barcode dari WhatsApp. Ini menjadi perhatian serius dan akan kami tindak lanjuti," ujarnya.

Reno menyebut Saat ini, tingkat pembelian tiket secara mandiri oleh pengguna jasa baru mencapai 60 hingga 70 persen. Sisanya masih melalui pihak ketiga, yang dinilai berpotensi menimbulkan masalah di lapangan.

"Kedepannya kami dari ASDP akan meningkatkan sosialisasi penggunaan sistem tiket resmi, termasuk melalui aplikasi Ferizy, guna mendorong masyarakat melakukan pembelian secara mandiri," ujarnya.

Selain itu, peningkatan kapasitas kapal juga menjadi fokus ke depan. ASDP memastikan akan melakukan upgrading kapasitas serta mengoptimalkan keterlibatan kapal swasta.

"Kami pastikan kapal swasta siap beroperasi untuk membantu mengurai kepadatan," katanya.

Dari sisi operasional, ASDP mengklaim telah melakukan berbagai langkah untuk mengurai antrian dan kemacetan di pelabuhan selama arus mudik dan balik berlangsung. Ke depan, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan perjalanan arus balik maupun mudik secara bersamaan guna menghindari penumpukan ekstrem.

"Kami harapkan arus balik tidak berbarengan, sehingga pelayanan bisa lebih optimal dan tidak terjadi kepadatan tinggi," ujarnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Pelabuhan ASDP Batam Terjadi Lonjakan Penumpang selama Periode Lebaran"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads