Harga Minyak Goreng di Binjai Naik, Tertinggi Tembus Rp 23 Ribu per Liter

Harga Minyak Goreng di Binjai Naik, Tertinggi Tembus Rp 23 Ribu per Liter

Laila Syakira - detikSumut
Kamis, 16 Apr 2026 17:19 WIB
Sunflower oil in the store
ilustrasi minyak goreng (Foto: Getty Images/iStockphoto/sergeyryzhov)
Binjai -

Harga minyak goreng di Kota Binjai mengalami kenaikan. Kenaikan ini terjadi pada berbagai jenis minyak goreng, mulai dari kemasan premium, curah, hingga Minyakita.

Analis Perdagangan Ahli Muda Disnakerperindag Kota Binjai, Pardamean Simamora, mengatakan kenaikan tersebut terjadi dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (15/4/2026).

"Komoditi minyak goreng mengalami kenaikan untuk hari ini Kamis, 16 April 2026 dibandingkan dengan hari sebelumnya. Kenaikan terjadi pada minyak goreng kemasan premium, curah, maupun Minyakita. Namun untuk stok barang di lapangan masih dalam kondisi normal berdasarkan informasi dari pedagang pengecer," ujarnya, Kamis (16/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia merinci, harga minyak goreng kemasan premium tertinggi tercatat di Pasar Kebun Lada sebesar Rp 23.000 per liter. Sementara harga terendah berada di Pasar Tavip dan Pasar Brahrang sebesar Rp 22.000 per liter, dengan rata-rata harga di Binjai mencapai Rp 22.833 per liter, naik dari sebelumnya Rp 22.000.

Untuk minyak goreng curah, harga tertinggi berada di Pasar Kebun Lada sebesar Rp 21.500 per liter dan terendah di Pasar Tavip serta Pasar Brahrang sebesar Rp 20.000 per liter. Rata-rata harga minyak goreng curah saat ini berada di angka Rp 20.833 per liter, dari sebelumnya Rp 20.500.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, minyak goreng bersubsidi Minyakita juga mengalami kenaikan. Harga tertinggi tercatat di Pasar Brahrang sebesar Rp 19.000 per liter, sedangkan harga terendah di Pasar Tavip sebesar Rp 15.500 per liter. Rata-rata harga Minyakita kini berada di angka Rp 17.333 per liter, naik dari sebelumnya Rp 16.667.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya biaya pembelian bahan pendukung di tingkat pedagang.

"Dari informasi pedagang pengecer, kenaikan ini disebabkan harga plastik yang mengalami kenaikan, sehingga berdampak pada harga jual minyak goreng di pasaran," ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh Laila Syakira peserta program Maganghub Kemenaker di BeritaKlik.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads