Harga tandan buah sawit (TBS) di Riau anjlok sejak hampir sepekan terakhir ini. Anjloknya harga sawit dikeluhkan petani karena cukup drastis.
Seorang petani sawit asal Kuantan Singingi, David Bronson mengungkap harga anjlok di Kota Jalur sejak pekan lalu.
"Harga pekan lalu sebelum anjlok sempat Rp 3.600 lebih. Anjlok jadi Rp 2.700 lebih," kata David Bronson, Senin (25/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga anjlok secara tiba-tiba hingga nyaris menyentuh Rp 1.000 per kilogram. Harga anjlok itu terjadi hampir di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) di Kuantan Singingi.
"Hampir seluruh PKS anjlok untuk TBS. Ya kalau harga TBS turun, brondolan turun itu," katanya.
Sementara untuk harga pupuk disebut terus mengalami kenaikan. Tentu anjloknya harga membuat petani ketar-ketir.
"Hampir semua PKS harga sawit turun. Itu dalam kurun waktu 1 minggu turun terus, ada Rp 400, Rp 200 dan Rp 150. Biasanya kalaupun turun hanya Rp 30-80 perak saja. Sedangkan harga pupuk naik enggak turun-turun," kata David.
Keluhan yang sama diungkap petani sawit asal Rokan Hulu, Ahmad. Ia mengungkap harga sawit di Negeri Seribu Suluk anjlok pekan lalu.
"Iya, turun harga sawit hampir Rp 1.000 per kilogram. Pupuknya naik, harga jatuh," kata Ahmad.
Sebagai alternatif, Ahmad memilih pupuk organik. Disebut pupuk organik saat ini lebih terjangkau untuk petani kepala sawit saat ini.
"Pupuk organik, kalau kimia harga sudah ampun," kata Ahmad.
(ras/mjy)