Transaksi Penjualan UMKM di Indonesia City Expo Medan Capai Rp 1,5 Miliar

Transaksi Penjualan UMKM di Indonesia City Expo Medan Capai Rp 1,5 Miliar

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Sabtu, 04 Jul 2026 11:01 WIB
Salah satu produk UMKM yang ditawarkan pada ajang Indonesia City Expo (ICE) di Medan.
Foto: Salah satu produk UMKM yang ditawarkan pada ajang Indonesia City Expo (ICE) di Medan. (dok. Pemkot Medan)
Medan -

Transaksi UMKM pada ajang Indonesia City Expo (ICE) ke-22 yang digelar di Kota Medan mencapai sekitar Rp 1,5 miliar. Acara tersebut merupakan bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) ke-18.

Ajang ICE itu sendiri diikuti ratusan stan dari 98 kota di Indonesia, yakni sektor perbankan serta UMKM binaan berbagai daerah. Sementara itu, untuk penjualan produk Dekranasda Kota Medan menembus sekitar Rp 190 juta dalam tiga hari.

"Kami menaruh harapan besar pada geliat ekonomi di sektor ini. Harapannya Indonesia City Expo ke-22 dapat meningkatkan penjualan produk-produk UMKM binaan," ujar Wakil Ketua Apeksi Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial, Ika Puspitasari, Sabtu (4/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan Indonesia City Expo bukan sekadar ajang pameran, melainkan wadah bagi pemerintah kota untuk saling belajar, berbagi inovasi, dan memperluas pasar produk lokal hingga tingkat internasional.

ADVERTISEMENT

"Selama mengunjungi stan peserta kami menemukan banyak inovasi yang layak menjadi inspirasi, salah satunya Kota Banda Aceh yang membangun identitas sebagai City of Perfume melalui pengembangan parfum berbahan baku lokal," ujar Rico.

Menurutnya, keseriusan daerah dalam melakukan riset, meningkatkan kualitas produk, hingga mengirim pelaku UMKM belajar ke luar negeri merupakan langkah yang patut dicontoh.

"Kita hadir di sini untuk saling mengenal, saling belajar, dan saling mendukung. Saya percaya produk lokal Indonesia tidak kalah kualitasnya dengan produk internasional," tambahnya.

Menurut Rico, pemerintah daerah harus terus mendorong peningkatan kualitas melalui pembenahan desain, kemasan, branding, standarisasi, hingga perluasan akses pasar.

"Produk-produk ini harus menjadi kebanggaan Indonesia dan mampu menjadi konsumsi masyarakat dunia. Itu tugas kita sebagai kepala daerah untuk terus mendukung mereka," katanya.




(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads