Fakta Menarik Graha Maria Annai Velangkanni Medan, Gereja Unik Bergaya India

Fakta Menarik Graha Maria Annai Velangkanni Medan, Gereja Unik Bergaya India

Olivia andrea - detikSumut
Minggu, 01 Mar 2026 10:29 WIB
Graha Maria Annai Velangkanni Medan (Dok: Olivia Andrea/detikSumut)
Foto: Graha Maria Annai Velangkanni Medan (Dok: Olivia Andrea/detikSumut)
Medan -

Graha Maria Annai Velangkanni dikenal luas sebagai gereja Katolik yang sekaligus menjadi destinasi wisata religi di Kota Medan. Keunikan arsitektur bergaya India menjadikan bangunan ini menarik perhatian pengunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kompleks gereja yang berdiri di atas lahan sekitar 6.000 meter persegi ini dilengkapi kapel doa harian, taman rohani, serta ruang pertemuan komunitas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum.

Graha Maria Annai Velangkanni terletak di Jalan Sakura III No. 7-10, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan. Tempat ini dipersembahkan kepada Bunda Maria dengan gelar Our Lady of Good Health atau Bunda Penyembuh. Pembangunan gereja dimulai pada September 2001 dan akhirnya diresmikan pada 1 Oktober 2005 setelah proses pembangunan berlangsung selama empat tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengurus Graha Maria Annai Velangkanni, Suster Angelina Pane, mengatakan bahwa daya tarik utama bangunan ini terletak pada perpaduan arsitektur Indo-Mughal khas India dengan sentuhan budaya Indonesia, Batak, serta Tiongkok. Menurutnya, tampilan gereja sering kali menyerupai kuil Hindu atau vihara Buddha karena menara bertingkat dan ornamen warna-warni yang khas.

"Bangunan dua lantai tersebut memiliki menara bergaya pagoda serta berbagai simbol lintas budaya yang mencerminkan semangat persatuan umat manusia. Lantai pertama difungsikan sebagai aula komunitas yang terbuka bagi semua kalangan tanpa memandang latar belakang agama, sementara lantai kedua digunakan sebagai ruang ibadah utama," ujar Suster Angelina Pane.

ADVERTISEMENT

Suster Angelina menambahkan, bahwa gagasan pembangunan Graha Maria Velangkanni berawal dari devosi kepada Bunda Maria sekaligus keinginan menghadirkan tempat doa yang inklusif bagi siapa pun. Gereja ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan spiritual antara manusia dan Tuhan serta rumah rohani bagi seluruh umat.

"Konsep arsitektur Graha Maria Velangkanni juga menampilkan simbol-simbol lintas agama. Bentuk lengkungan pada pintu masuk menyerupai arsitektur masjid, sementara ornamen khas Asia Timur dan India menghiasi hampir seluruh bagian bangunan. Filosofi tersebut mencerminkan pesan universal bahwa pengalaman spiritual dapat dirasakan oleh semua manusia tanpa dibatasi perbedaan budaya," katanya.

Hingga kini, Graha Maria Velangkanni terus ramai dikunjungi sebagai destinasi wisata religi. Tidak hanya umat Katolik, pengunjung dari berbagai latar belakang agama datang untuk berdoa, menikmati keindahan arsitektur, maupun merasakan suasana damai di lingkungan gereja.

Keberadaan Graha Maria Velangkanni pun tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol toleransi dan keberagaman di Sumatera Utara. Perpaduan budaya India, tradisi lokal Batak, serta nilai universal Kekristenan menjadikan gereja ini sebagai salah satu ikon wisata religi paling unik di Indonesia.

Artikel ditulis Olivia Andrea, peserta maganghub Kemnaker di BeritaKlik

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Pramono Resmikan Taman Doa Kasih Mulia Sejati: Opsi Wisata Religi"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads