Tradisi Lemang saat Lebaran di Sumut, Warisan Kuliner Menyatukan Keluarga

Tradisi Lemang saat Lebaran di Sumut, Warisan Kuliner Menyatukan Keluarga

A. Fahri Perdana Lubis - detikSumut
Senin, 16 Mar 2026 12:41 WIB
Permintaan lemang di kawasan Senen, Jakarta, melonjak tajam selama bulan Ramadan. Sejak pagi hingga malam, para perajin tampak sibuk memproduksi lemang untuk memenuhi pesanan warga yang datang langsung maupun pembeli langganan.
Ilustrasi memasak lemang (Foto: Muhammad Reevanza)
Medan -

Menjelang Idul Fitri, aroma bambu yang dibakar sering tercium dari halaman rumah-rumah di berbagai daerah di Sumatera Utara. Di dalam bambu itu terdapat beras ketan dan santan yang sedang dimasak perlahan hingga matang. Hidangan tersebut dikenal dengan sebutan lemang, salah satu makanan khas yang hampir selalu hadir saat Lebaran.

Tradisi memasak lemang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Melayu di wilayah seperti Binjai, Medan, hingga daerah pesisir Sumatera Timur. Lemang biasanya dimasak menjelang hari raya dan kemudian disajikan bersama hidangan lain seperti rendang atau lauk daging.

Secara tradisional, lemang dibuat dari beras ketan yang dicampur santan, kemudian dimasukkan ke dalam batang bambu yang telah dilapisi daun pisang. Bambu tersebut lalu dipanggang di atas bara api selama beberapa jam hingga ketan matang dan menghasilkan aroma khas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut penelitian kuliner Nusantara oleh William W. Wongso, lemang merupakan salah satu makanan tradisional yang berkembang di wilayah Melayu dan Sumatera sejak lama.

"Lemang merupakan hidangan tradisional masyarakat Melayu yang biasanya disajikan pada perayaan besar seperti Idul Fitri," tulis Wongso dalam kajiannya tentang kuliner Nusantara dikutip, Senin (16/3/2026).

ADVERTISEMENT

Di Sumatera Utara, tradisi memasak lemang tidak hanya sekadar kegiatan kuliner, tetapi juga menjadi momen kebersamaan keluarga. Proses memasak yang memakan waktu cukup lama membuat anggota keluarga biasanya berkumpul bersama sambil menunggu lemang matang.

Sejarawan budaya Melayu Anthony Reid menjelaskan bahwa makanan dalam budaya Melayu sering kali memiliki peran penting dalam kegiatan sosial dan perayaan keagamaan.

"Dalam masyarakat Melayu, makanan tradisional sering menjadi bagian dari perayaan dan kegiatan sosial yang memperkuat hubungan antar anggota masyarakat," tulis Reid dalam kajian tentang budaya Asia Tenggara.

Tradisi lemang saat Lebaran hingga kini masih bertahan di berbagai daerah di Sumatera Utara. Di beberapa tempat, masyarakat bahkan menjual lemang di pinggir jalan menjelang Idul Fitri untuk memenuhi permintaan yang meningkat.

Meski zaman telah berubah dan banyak makanan modern bermunculan, lemang tetap menjadi simbol kebersamaan saat Lebaran. Hidangan sederhana yang dimasak di dalam bambu ini tidak hanya menghadirkan cita rasa khas, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang tradisi masyarakat Melayu di Sumatera Utara.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads