Terdakwa anggota TNI berinisial Serma Tengku Dian Anugrah (TDA) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah karena membunuh istrinya berinisial A (34) di Kabupaten Deli Serdang sehingga divonis penjara seumur hidup oleh hakim Pengadilan Militer I-02 Medan. Selain itu, Serma TDA juga dipecat dari anggota TNI.
"Pidana tambahan: dipecat dari dinas militer," demikian tertulis dalam putusan di website SIPP Pengadilan Militer Medan yang dilihat, Rabu (4/2/2026).
Majelis Hakim menilai jika Serma TDA bersalah melakukan pembunuhan berencana sehingga divonis penjara seumur hidup. Serma TDA merupakan anggota TNI yang bertugas di Denmadam I/Bukit Barisan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdapat 7 hal yang memberatkan terhadap perbuatan Serma TDA. Sedangkan hal yang meringankan tidak ada.
Salah satu yang memberatkan adalah cara membunuh keji, melarikan diri ke bandara usai membunuh istrinya, hingga tidak ada rasa menyesal dan baru meminta maaf kepada keluarga istrinya setelah pembacaan tuntutan.
Sebelumnya diberitakan, Oditur Militer menuntut Serma TDA dijatuhi hukuman pidana pokok. Yakni pidana mati karena diyakini melakukan pembunuhan berencana.
"Dengan mengingat ketentuan pasal tersebut, kami mohon agar terdakwa atas nama Sersan Mayor Tengku Dian NRP 2109025284 0988, jabatan di Mako Denmadam 1 Bukit Barisan, dijatuhi hukuman pidana pokok, pidana mati," kata Oditur Militer Letkol Sunardi saat membacakan tuntutan, Senin (12/1).
Oditur menilai jika tidak ada alasan pembenaran terhadap tindakan Serma TDA. Motif Serma TDA membunuh istrinya disebut karena tidak mampu menahan emosi.
"Motif terdakwa melakukan tindak pidana karena tidak mampu menahan emosi terhadap istrinya," ujarnya.
Ada sejumlah hal yang memberatkan Serma TDA dalam tuntutan ini. Namun tidak ada hal meringankan.
"Hal yang memberatkan: perbuatan terdakwa bertentangan dengan tata marga sumpah sebagai prajurit dan dilakukan oleh TNI, perbuatan terdakwa merusak citra TNI di mata masyarakat, dan perbuatan terdakwa mengakibatkan istri terdakwa atas nama Saudari Astri Gustina Yolanda meninggal dunia," sebutnya.
"Hal yang meringankan ialah: nihil," imbuhnya.
Serma TDA juga dituntut pidana tambahan. Oditur Militer menuntut agar Serma TDA dipecat.
"Pidana tambahan: dipecat dari dinas kemiliteran TNI," tuturnya.
Simak Video "Video: Pria Ini Peragakan Skenario Dikarungi Rampok, Padahal Bunuh Istrinya"
[Gambas:Video 20detik]
(niz/mjy)
