Polrestabes Medan mengamankan seorang kakek pedagang mainan berinisial L (65) karena mencabuli sebanyak 28 siswi SD di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Pelaku melancarkan aksinya dengan mengiming-imingi para korban uang Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu.
"Modus yang digunakan adalah kakek ini memberikan sejumlah uang kepada calon korban di bawah umur dengan nilai bervariasi, ada yang Rp 5.000, Rp 2.000, tergantung pada hasil dagangan kakek tersebut. Selain memberikan uang tersebut, anak-anak ini pun diberikan jajanan kesukaan mereka," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto, Jumat (20/2/2026)
Selain itu, kata Bayu, pelaku juga merayu para korban dengan modus memberikan handphone. Aksi itu dilakukan pelaku saat tengah berjualan dengan cara memangku para korban. Bejatnya lagi, pelaku juga merekam aksinya saat mencabuli para korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah kami periksa, handphone tersebut berisi foto-foto dan video-video porno. Handphone ini juga digunakan untuk merekam anak-anak di bawah umur tersebut. Terdapat banyak video-video anak-anak tersebut di dalamnya," jelasnya.
Bayu mengatakan pencabulan itu terungkap pada 5 Februari 2026 usai salah korban menceritakan soal perbuatan pelaku. Wali kelas korban pun menindaklanjutinya hingga menemukan beberapa korban lainnya.
"Jadi, kakek ini mengoleksi (foto dan video korban) itu, nanti dilihat-lihat kembali pada saat dia di rumah atau senggang. Itulah yang dia rasakan, kenikmatan dia di situ," jelasnya.
Sejauh ini, kata Bayu, jumlah korban mencapai 28 orang.
"Sampai saat ini, jumlahnya 28 orang. Pelaku adalah kakek pedagang mainan dan jajanan yang di depan SD dekat situ," kata Bayu.
Bayu mengatakan sejauh ini para korban seluruhnya perempuan. Usianya sekitar 9-11 tahun. Pelaku mencabuli para korban dengan cara mencium bibir, memangkunya, serta meraba paha dan area sensitif para korban.
"Korban laki-laki selama ini dari hasil pemeriksaan tidak ada. Sudah kita lakukan pemeriksaan baik kepada tersangka dan terhadap anak-anak siswi," sebutnya.
(fnr/afb)
