Motif sepasang kekasih inisial DAS dan DP yang merekayasa penemuan bayi di sebuah pondok di Kelurahan Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terungkap. Keduanya mengaku takut diketahui oleh orang tua masing-masing
"Motifnya karena takut diketahui oleh orang tua masing-masing," kata Kasi Humas Polres Mandailing Natal AKP Megawati saat dikonfirmasi detikSumut, Senin (13/4/2026).
Megawati mengatakan bayi yang sempat disebut sebagai temuan itu ternyata merupakan anak kandung dari DAS dan DP. Keduanya diketahui belum terikat dalam hubungan pernikahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keduanya juga belum terikat dalam hubungan pernikahan," ujarnya.
Megawati menyebut karena panik, keduanya kemudian merekayasa cerita seolah-olah menemukan bayi di pondok, hingga sempat menggegerkan warga sekitar. Polisi memastikan informasi penemuan bayi tersebut tidak benar.
"Tidak benar cerita yang beredar. Bayi itu adalah anak kandung mereka. Karena takut kepada orang tua, mereka membuat skenario," pungkasnya.
Untuk menyelesaikan persoalan itu, polisi mempertemukan kedua keluarga. Mediasi dilakukan dengan menghadirkan orang tua masing-masing pihak.
Hasilnya, kedua keluarga sepakat menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.
Sebelumnya diberitakan sepasang kekasih DAS dan DP, membuat heboh warga usai mengaku menemukan bayi perempuan berusia 2 hari di sebuah pondok di Kelurahan Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu. Namun setelah diusut, ternyata bayi tersebut merupakan buah hati keduanya.
Kasi Humas Polres Madina, AKP Megawati mengatakan, mulanya DAS dan DP pada Sabtu (11/4/2026) sekira pukul 12.00 WIB mengaku ada menemukan bayi di salah satu pondok. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.
"Bayi tersebut diduga masih berusia sekitar dua hari dan tali pusarnya masih menempel," ujar Megawati, Senin (13/4/2026).
Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Polisi melakukan pengecekan ke lokasi kejadian serta membawa bayi tersebut ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan.
"Setelah menerima informasi, kami langsung melakukan cek TKP dan memastikan kondisi bayi dalam keadaan aman dengan membawanya ke puskesmas," ujarnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bayi tersebut dilahirkan satu hari sebelumnya di Klinik Prima Sehat pada Jumat (10/4/2026) pukul 19.20 WIB. Pihak klinik lalu mengungkap identitas sang ibu bayi.
"Dari hasil penelusuran, benar bahwa bayi tersebut lahir di Klinik Prima Sehat dari seorang ibu bernama DAS," jelasnya .
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap DAS. Pada akhirnya DAS pun mengakui bahwa bayi yang ditemukan itu merupakan anak biologisnya dengan pria berinisial DP.
Senada dengan DAS, DP pun tak bisa mengelak dan akhirnya mengakui merupakan ayah dari bayi tersebut.
"DP mengakui bahwa bayi itu adalah anaknya dengan DAS," ungkapnya.
(dhm/dhm)
