Seorang ayah di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut) diduga memukuli anak kandungnya yang masih duduk di bangku kelas 1 SD inisial AS (9) menggunakan kabel charger handphone. Ayah korban telah menyerahkan diri ke kantor polisi untuk memberikan keterangan.
"Sampai saat ini, orangtua anak itu sudah menyerahkan diri ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pematangsiantar untuk memberikan keterangan," Kata Kapolsek Siantar Marihat AKP David Eka Putra, Jumat (17/4/2026).
David mengatakan dirinya telah bertemu dengan pihak pemerintah setempat, Dinas Pendidikan dan pihak sekolah untuk membahas kejadian itu. Selain itu, pihak kepolisian juga telah mengecek kondisi korban yang saat ini tengah dirawat di RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga memberikan kata-kata nasihat kepada orang tua korban supaya tidak melakukan lagi tindakannya tersebut di kemudian hari," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang bocah laki-laki mengalami luka-luka usai diduga menjadi korban kekerasan ayahnya. Dalam video viral yang dilihat detikSumut, terlihat bagian tangan hingga punggung korban dalam kondisi merah lebam. Kondisi yang sama juga terjadi di bagian kaki korban. Saat itu, korban masih mengenakan seragam sekolah.
Pengunggah menyebut luka-luka yang dialami korban itu pertama kali diketahui oleh gurunya. Awalnya, korban enggan menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada gurunya. Namun, setelah dibujuk, korban pun bercerita bahwa dirinya dipukuli oleh ayahnya menggunakan kabel charger.
"Murid itu mengaku dipukuli oleh ayahnya pada malam sebelumnya. Dia (korban) diduga menjadi sasaran kemarahan karena persoalan telepon genggam milik sang ayah dirusak oleh adiknya," demikian narasi unggahan itu.
Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Sandi Riz Akbar mengatakan pihak korban sudah membuat laporan atas kejadian itu. Saat ini, pihak kepolisian tengah mendalaminya.
"Dari pihak korban sudah membuat laporan polisi," kata Sandi saat dikonfirmasi detikSumut.
Perwira pertama Polri itu belum memerinci kronologi kejadian itu. Namun, kata Sandi, penyidik telah memintai keterangan sejumlah saksi atas kejadian itu.
(fnr/dhm)
