Seorang pria di Medan merusak 12 nisan kuburan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Gang Wakaf, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli. Hal itu dilakukan untuk mengambil beli di dalam nisan.
Lurah Tanjung Mulia Hilir, Dedi Anggara, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah kepala lingkungan menerima laporan warga terkait aksi perusakan yang terjadi pada malam hari.
"Kejadian di Hari Minggu 19 April, Kepala lingkungan 8 Kelurahan Tanjung Mulia Hilir mendapatkan laporan dari warga bahwasanya ada kuburan yang dirusak. Jadi setelah mendapat informasi tersebut kepling langsung ke TKP untuk melihat situasi yang dilaporkan. Jadi kita jajaran mobile dan didapatilah salah seorang yang sedang beraktivitas di sini, tetapi tidak melakukan pengrusakan," ujar Dedi saat diwawancarai, Jumat (24/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, kata Dedi, seorang pria yang ditemukan di lokasi tersebut dibawa ke kantor kelurahan untuk dimintai keterangan.
"Dia sedang membakar sesuatu seperti kabel, plastik dan segala macam. Setelah itu dibawa ke kelurahan dan diinterogasi oleh para jajaran dan mereka mempertanyakan siapa pelaku pengrusakan tersebut. Dan pelaku mengakui bahwa dia yang melakukan pengrusakan dan membuat kerusakan dan membuat surat untuk tidak mengulanginya lagi," katanya.
Namun, menurut Dedi, situasi sempat memanas karena informasi kejadian tersebut menyebar ke masyarakat. Warga yang emosi kemudian mendatangi kantor lurah.
"Tapi karena informasi menyebar bahwa yang diduga atau pelaku pengrusakan itu ada di kantor lurah maka masyarakat pergi berbondong-bondong pergi ke kantor lurah dan meluapkan emosinya yaitu dengan memukul segala macam," ungkapnya.
Pihak kelurahan kemudian meminta warga untuk melaporkan kerugian akibat perusakan tersebut kepada kepolisian. Namun hingga kini, laporan resmi belum juga dibuat.
"Jumlah kuburan yang rusak kurang lebih 12 kuburan. Pelaku dibawa lagi ke rumah dan diminta warga kami minta membuat laporan atas kerugian kerusakan itu, tapi sampai sekarang tidak ada dibuat," katanya.
Dedi menambahkan, pelaku diketahui mengambil plat besi yang berada di dalam nisan untuk dijual, dengan hasil yang sangat kecil.
"Kalau kita lihat dia mengambil plat yang ada di batu nisan, jadi batu nisan itukan sebelum dicetak dia ada plat supaya tidak patah dan segala macam, jadi dia bongkar pakai alat, dia hancurkan dan plat itu diambil. Dan menurut informasi dari kepling hasil yang dia dapat itu hanya 15ribu dari total 12 kuburan," pungkasnya.
Aksi pencurian besi kerap terjadi di Medan hingga jadi sorotan di media sosial. Warganet menyebu para pencuri besi iu dengan rayap besi.
(nkm/nkm)