Emas Warga di Deli Serdang hilang Usai Rumah Digeledah Pria Ngaku Polisi

Emas Warga di Deli Serdang hilang Usai Rumah Digeledah Pria Ngaku Polisi

Finta Rahyuni - detikSumut
Senin, 11 Mei 2026 18:40 WIB
Kepala mekanik bengkel, Ahing saat diwawancarai.
Foto: Kepala mekanik bengkel di Patumbak, Ahing saat diwawancarai. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Seorang warga berinisial KD (31) mengaku kehilangan perhiasan emasnya usai rumahnya diduga digeledah sejumlah orang yang mengaku-ngaku personel Ditressiber Polda Sumut. Atas kejadian ini, KD membuat laporan ke polisi.

Berdasarkan salinan laporan yang dilihat detikSumut, laporan itu dilayangkan ke Polsek Patumbak pada 7 Mei 2026. Laporan itu bernomor: LP/B/215/V/2026/SPKT/Polsek Patumbak/Polrestabes Medan/Polda Sumut.

Dalam laporan itu dijelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di salah satu bengkel di Dusun 1 Desa Patumbak 1, Kecamatan Patumbak. Korban mengaku kalung emasnya seberat 19,96 gram dan 18,61 hilang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahing (45) selaku kepala mekanik di bengkel korban itu mengaku peristiwa itu terjadi pada Senin (13/4/2026) sekira pukul 10.00 WIB. Awalnya, Ahing datang ke bengkel itu untuk bekerja.

Lalu, dia tiba-tiba melihat di bengkel itu sudah ramai orang. Ahing menyebut ada sekitar 6 orang berpakaian biasa datang ke bengkel itu bersama Kepala Dusun I dan menggeledah rumah bosnya itu.

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan rumah tersebut terdiri dari 3 lantai, di mana lantai satunya dijadikan untuk bengkel, sedangkan lantai 2 jadi tempat tinggal bosnya. Saat itu, kata Ahing, bosnya, yakni KD juga berada di lokasi. Sementara suami KD, yakni S tidak ada di bengkel itu.

"Mereka mengaku dari Siber Polda Sumut. Mereka naik mobil berpakaian preman," kata Ahing saat diwawancarai di bengkel itu, Senin (11/5).

Ahing menyebut orang-orang yang mengaku personel Polda Sumut itu menggeledah ruangan bosnya di lantai 2. Lalu, selang beberapa menit orang-orang tersebut turun.

Dia menyebut sejumlah orang itu sempat menunjukkan selembar surat. Meski begitu, Ahing tidak mengetahui pasti isi surat itu.

Namun, kata Ahing, sejumlah orang mengaku polisi itu menyebut ingin mencari suami bosnya, yaitu S terkait dengan judi online.

"Katanya ada surat panggilan, ditujukan ke bos. Mereka ngomong di awal soal pencucian uang, judol," jelasnya.

Ahing tidak melihat pasti apa saja yang dibawa orang-orang tersebut usai penggeledahan. Namun, keesokan harinya, KD bercerita bahwa dirinya kehilangan perhiasannya.

"Nggak tahu (apa yang dibawa), kami nggak berani. Istri bos besoknya bilang emasnya sudah tak ada," pungkasnya.

Kadus 1 Desa Patumbak 1 Supriaman (56) mengatakan awalnya dirinya didatangi oleh sekitar 5 orang yang mengaku dari Polda Sumut. Sejumlah orang tersebut menunjukkan surat tugas kepadanya.

"Orang itu dari Polda mengajak ke bengkel itu. Jadi, setelah sampai sana, ditunjukkanlah surat tugasnya, artinya harus saya dampingi, kan begitu," jelas Supriaman.

Dia mengaku tidak dijelaskan soal rencana kedatangan orang-orang tersebut ke bengkel itu. Namun karena adanya surat itu, Supriaman pun mendampingi orang-orang tersebut ke bengkel KD.

"Enggak dijelaskan sama saya. Kami permisi, izin sama pegawainya (bengkel), izin untuk masuk. Jadi, dikasih masuk," ujarnya.

Lalu, orang-orang tersebut naik ke lantai dua untuk melakukan penggeledahan. Dia mengatakan dia dan pekerja di bengkel itu juga turut ikut ke lantai dua. Sejumlah orang itu, kata Supriaman, mencari pemilik bengkel berinisial S.

Supriaman menyebut orang yang mengaku dari polisi itu sudah sempat menunjukkan surat kepada KD dengan dalih ingin melakukan penyelidikan.

"Terus menggeledah di situ, orang itu intinya mencari Pak S itu. Nggak tahu saya, masalah itu nggak diceritakannya. Setelah penggeledahan dari atas itu, turun lagi ke bawah. Enggak tahu saya (apa yang dibawa), sepengelihatan saya nggak ada, tapi saya nggak tahu," kata Supriaman.

Setelah korban membuat laporan ke Polsek Patumbak, peristiwa itu pun viral. Supriaman mengatakan setelah kasus itu viral, ada personel polisi yang mendatanginya dan membantah bahwa sejumlah orang yang dari itu dari personel Siber, melainkan dari Ditreskrimum.

"Setelah semalam itu, setelah ada berita viral. Polisi yang dari Siber menjumpai saya. Katanya bukan orang itu yang ke situ. Bukan polisi Siber itu, tapi dari krimum," pungkasnya.

Selain itu, dia mengaku KD juga sempat menemuinya dan bercerita soal barangnya yang hilang. Namun, Supriaman tidak mendapatkan informasi apa saja barang korban yang hilang.




(fnr/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads