Tiga pelaku pembunuhan sopir truk angkutan MinyaKita, Hery Supardi yang ditemukan terikat dan dilakban ditangkap. Polisi mengungkap rencana jahat itu hingga merenggut nyawa korban.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian menyebut otak pelaku kasus pembunuhan itu adalah FG. FG tercatat sopir utama truk pengangkut MinyaKita tersebut.
"Betul, FG ini sopir 1, korban sopir 2," kata Anggi, Senin (25/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kasus itu, FG sempat mengajak Hery untuk bersekongkol menggelapkan minyak goreng yang diangkut dari Medan menuju Lampung tersebut. Namun korban menolak siasat jahat FG.
"FG yang bawa dari Medan sampai ke TKP. Dia tergiur keuntungan lebih banyak," ucap Anggi.
Karena penolakan dari korban, FG akhirnya menghubungi pelaku lain. Dari situ siasat jahat diatur oleh FG rengan cara mengikat, melakban dan memasukkan ke dalam kabin mobil hingga akhirnya ditemukan tewas, 3 Mei lalu.
Setelah melumpuhkan korban, FH bersama pelaku ZN, AN dan AS memarkirkan truk di Bengkel Jalan SM Amin Pekanbaru. Namun rencana itu terendus oleh pemilik mobil dari GPS yang dipasang.
Pemilik lalu melaporkan ke Polsek Payung Sekaki. Polisi yang dapat laporan bergerak cepat mendatangi lokasi yang dimaksud sebagai titik terakhir kendaraan B 9080 UXQ parkir.
Komplotan itu rencananya memindahkan 2 ribu dus MinyakKita dari mobil box ke truk lain. Namun rencana itu gagal karena polisi lebih dulu sampai.
"Truk bawa 2 ribu dus. Rencananya semua mau diangkut, tapi enggak sempat karena keburu Polsek datang ke TKP. Jadi mereka sudah siapkan truk," kata Anggi.
Anggi mengungkap motif pembunuhan itu karena ekonomi. Sang sopir utama ingin mendapat keuntungan lebih dengan cara menggelapkan muatan sebelum sampai ke lokasi tujuan.
Tiga dari empat pelaku sendiri saat ini telah dibekuk 21 dan 22 Mei lalu. Sementara satu pelaku lain berinisial AN masih diburu polisi.
"Satu masih DPO, lagi kita kejar. Tiga sudah diamankan," tegas Anggi.
(ras/mjy)