2 Mahasiswa Teknik Jadi Tersangka Pembakaran Fakultas Pertanian USK

Aceh

2 Mahasiswa Teknik Jadi Tersangka Pembakaran Fakultas Pertanian USK

Agus Setyadi - detikSumut
Sabtu, 30 Mei 2026 15:15 WIB
Logo Universitas Syah Kuala (USK) Aceh.
Foto: Istimewa
Banda Aceh -

Dua mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) ditetapkan sebagai tersangka pembakaran kampus Fakultas Pertanian. Kedua tersangka WS (22) dan MAM (20) punya peran berbeda dalam kasus itu.

"Setelah para saksi-saksi dimintai keterangan semuanya berjumlah 18 orang, setelah dilakukan gelar perkara, maka kami menetapkan WS dan MAM sebagai tersangka dalam perkara pengerusakan dan pembakaran Fakultas Pertanian USK serta fasilitas lainnya," kata Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, WS berperan sebagai koordinator lapangan saat penyerangan dan pengerusakan terjadi. Sementara MAM berperan sebagai salah satu pelaku yang melakukan penyerangan dan pengerusakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 262 Jo 308 Jo 521 Jo 522 KUHPidana," jelas Dizha.

Dalam kasus itu, polisi menyita barang bukti berupa tiga sepeda motor dalam keadaan rusak berat, pagar besi stainless stel dalam kondisi terbakar, dua pecahan botol yang diduga bom molotov dan satu buah bom molotov yang masih utuh. Selain itu satu baju dan celana pelaku pada saat melakukan pengrusakan, satu unit DVR CCTV Fakultas Pertanian.

ADVERTISEMENT

Polisi masih melakukan pengembangan kasus itu dan akan memintai keterangan 18 saksi lagi. Total saksi yang diperiksa 36 orang.

Sebelumnya, gedung Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) terbakar dan dirusak, Kamis (21/5) dinihari. Insiden itu bermula dari keributan antara mahasiswa Pertanian dengan Teknik.

"Dua kelompok mahasiswa yang diduga dari Fakultas Pertanian dan Teknik dalam dua hari lalu terjadi keributan. Kemudian keributan berlanjut beberapa jam sebelum terbakarnya area tersebut," kata Kasi Humas Polresta Banda Aceh Iptu Eddy Musfikar.

Menurutnya, pada awal keributan tadi malam, dua mahasiswa Fakultas Teknik mengalami luka-luka sehingga harus menjalani perawatan. Mahasiswa lain yang mengetahui temannya terluka membalas serangan ke Fakultas Pertanian.

Mahasiswa Teknik disebut melempar batu serta bom molotov ke gedung Fakultas Pertanian. Mereka juga merusak sejumlah bangunan, serta pos satpam.

"Keributan berujung pada pengerusakan dengan cara melempar fasilitas kampus seperti kaca gedung serta fasilitas ruangan," jelasnya.

Halaman 2 dari 2
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads