Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang pelajar SMP berinisial SH (15) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar lantai atas rumahnya di Kampung Tengah, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Batam, lagi tadi.
Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya sekitar pukul 07.30 WIB. Sebelumnya, sang ibu sempat mencari keberadaan korban karena tidak menemukan SH di tempat tidurnya sejak pukul 06.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Ipda Rayhan Aditya, mengatakan ibu korban berulang kali mencoba menghubungi anaknya melalui telepon, namun tidak mendapat respons.
"Pada pukul 06.00 WIB, ibu korban melihat korban sudah tidak berada di tempat tidurnya. Selanjutnya korban dihubungi beberapa kali hingga pukul 07.00 WIB, namun tidak bisa dihubungi," kata Rayhan, Kamis (11/6/2026).
Karena khawatir, ibu korban kemudian memeriksa kamar yang berada di lantai atas rumah. Saat itulah ia menemukan korban sudah dalam kondisi tergantung dengan tali yang terikat pada kayu plafon rumah.
"Ibu korban langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Dua warga yang berada tidak jauh dari lokasi kemudian datang membantu dan melepaskan ikatan tali dari leher korban," ujarnya.
Petugas Polsek Nongsa yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 09.00 WIB. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Barelang dan tim medis dari RS Bhayangkara Polda Kepri untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Sekitar pukul 10.00 WIB dilakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara oleh Tim Inafis Polresta Barelang. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Berdasarkan keterangan Tim Inafis Polresta Barelang dan RS Bhayangkara, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Bekas luka pada leher konsisten dengan jeratan tali akibat posisi tubuh korban yang tergantung sehingga menyebabkan kematian," jelasnya.
Polisi menduga korban meninggal dunia akibat gantung diri. Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
"Keluarga korban menerima kejadian meninggal dunia tersebut dan membuat surat pernyataan penolakan autopsi," ujarnya.
Terkait motif, polisi masih melakukan pendalaman. Namun, berdasarkan informasi awal yang diperoleh penyidik, korban diduga memiliki persoalan keluarga.
"Dugaan ada permasalahan keluarga," tambah Rayhan.
(nkm/nkm)