Ngadu ke Senator, Keluarga Sebut Tangan Terduga Pencuri di Aceh Dipotong

Aceh

Ngadu ke Senator, Keluarga Sebut Tangan Terduga Pencuri di Aceh Dipotong

Agus Setyadi - detikSumut
Jumat, 19 Jun 2026 11:21 WIB
ilustrasi kejahatan kriminal perampokan pembunuhan pemerkosaan pencopetan
Foto: andi saputra
Aceh Besar -

Tangan terduga pencuri di Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, BT (52) terputus usai sempat berduel dengan pemilik rumah. Pihak keluarga mengadu ke senator dan menyebut tangan BT sengaja dipotong.

"Pasca kejadian kita menerima laporan dari anak korban yang memohon sembari menangis, menyebut jika ayahnya dipotong tangan atas tuduhan mencuri yang belum dapat terbuktikan," kata Anggota Komisi I DPD RI asal Aceh Sudirman Haji Uma dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).

Laporan itu diterima Haji Uma dari RN (20) yang merupakan anak dari BT. Menurut keterangan RN, kata Haji Uma, BT dan dua temannya saat kejadian hendak menuju kolam ikan milik saudaranya dengan membawa pisau dan tangguk ikan untuk menangkap ikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam perjalanan, salah satu teman BT disebut memetik dua mangga warga yang kemudian diteriaki maling. Dua teman BT berhasil melarikan diri sementara BT dikepung warga.

BT disebut mengacungkan pisau dapur yang dibawanya untuk membela diri. Warga disebut memintanya membuang pisau dan dituruti sambil mengangkat tangan ke atas.

ADVERTISEMENT

Namun seorang warga disebut menendang BT dan menebas tangannya. Pihak keluarga menyebut BT dituduh mencuri motor dan tabung LPG.

"Kronologi kejadian tersebut adalah versi pihak korban dan tentu kita menghargai versi dari semua pihak, baik korban maupun pelaku dan dalam hal ini perlu mengedepankan asas praduga tak bersalah. Semua versi pernyataan itu harus diuji kebenarannya," jelas Haji Uma.

Setelah mendapatkan laporan, Haji Uma mengutus stafnya memberikan bantuan untuk pendamping BT selama dirawat di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh. Pemberian bantuan biaya makan pendamping orang sakit disebut sudah dilakukannya sejak 2014 lalu.

"Bantuan biaya untuk keluarga korban adalah bentuk keprihatian atas dasar kemanusiaan. Sikap saya dalam kasus ini bukan karena ingin membela yang dituduh salah dalam narasi yang berkembang. Tapi karena mengedepankan asas praduga tak bersalah dan biarkan proses hukum yang membuktikan," ujar Haji Uma.

"Karena itu, kasus ini perlu untuk diusut secara objektif dan transparan oleh Polda Aceh serta mengungkapkan kebenaran dan berkeadilan agar tidak menjadi spekulasi diranah publik," lanjut aktor film komedi Aceh itu.

Sebelumnya, Kapolsek Baitussalam, Iptu Riyan Asriyadi mengatakan, kejadian bermula saat BT dan seorang pelaku lainnya masuk ke pekarangan rumah milik Jafaruddin pada Sabtu (13/6) sekitar pukul 03.35 WIB. Jafar disebut curiga dengan suara di belakang rumahnya sehingga mengintip lewat jendela.

Saat itu terlihat dua orang yang tidak dikenalnya tengah mencuri tabung LPG dan motor. Pelaku disebut berusaha melarikan diri dengan melompat pagar setelah mengetahui aksinya ketahuan korban.

Korban mengejar pelaku sambil meneriaki maling. Warga yang mendengar teriakan keluar rumah masing-masing untuk membantu mengejar pelaku yang membawa pisau.

BT disebut sempat berusaha menyerang warga bernama Zulfian dengan pisau namun ditangkis menggunakan kayu. Zulfian memilih mundur.

Riyan menjelaskan, dalam aksi itu Jafaruddin meminta terduga pelaku untuk membuang pisau di tangannya. Namun pelaku tidak menghiraukannya.

"Jafaruddin diserang oleh terduga pelaku menggunakan pisau dan mencoba menangkis dengan sebilah parang yang diambilnya dari pepohonan. Saat menangkis serangan, secara reflek tangkisannya mengenai tangan terduga pelaku sehingga mengalami luka di kegelapan malam hari. Jafar mengetahui pergelangan tangan terduga pelaku terputus karena merintih kesakitan," jelas Riyan dalam keterangannya, Senin (15/6).




(agse/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads