Viral Polisi Adu Mulut dengan Pemobil gegara Pengalihan Lalin Saat Demo di Medan

Viral Polisi Adu Mulut dengan Pemobil gegara Pengalihan Lalin Saat Demo di Medan

Finta Rahyuni - detikSumut
Rabu, 24 Jun 2026 19:03 WIB
Polantas yang terlibat cekcok dengan pengedara. (dok. Medsos)
Foto: Polantas yang terlibat cekcok dengan pengedara. (dok. Medsos)
Medan -

Satu unggahan yang menunjukkan adanya adu mulut antara polisi lalu lintas (Polantas) dengan pengendara mobil di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) karena pengalihan arus, viral di media sosial. Begini klarifikasi polisi terkait kejadian itu.

Berdasarkan video yang dilihat detikSumut, Rabu (24/6/2026), terlihat ada cekcok antara perekam dengan polisi. Perekam itu disebut adalah seorang pengemudi mobil.

Peristiwa itu tampak terjadi di sekitaran Lapangan Benteng Medan. Lokasi ini berdekatan dengan gedung DPRD Sumut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perekam tampak berjalan dari arah Jalan Kapten Maulana Lubis. Perekam menceritakan bahwa di lokasi sudah terjadi kemacetan karena adanya pengalihan arus.

Pengemudi itu mengaku dirinya meminta agar polisi membuka jalan yang ditutup itu jika demonstrasi belum tiba agar lalu lintas tidak macet.

ADVERTISEMENT

Pria yang merekam video itu menyebut bahwa polisi merespons dengan mengatakan bahwa massa aksi sudah tiba, sehingga lalu lintas dialihkan. Cekcok antara keduanya pun terjadi. Nada bicara keduanya pun sudah tinggi.

"Matamu bilang itu apa, itu kan ada demo, makanya tengok matamu," kata perekam menirukan perkataan polisi itu.

Perekam pun tidak terima dengan kata "matamu" itu. Dia menilai hal itu tidak pantas disampaikan polisi.

Polisi itu berulang kali memberikan penjelasan. Namun, perekam masih tidak terima dengan kata "matamu" itu dan terus memprotesnya.

Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Widodo mengatakan peristiwa itu terjadi Senin (22/6). Saat itu memang ada massa yang tengah berdemonstrasi di gedung DPRD Sumut.

Sepengetahuan Widodo, pemobil itu hendak menuju Lapangan Merdeka Medan. Namun, karena adanya rekayasa lalu lintas, pengendara tidak bisa lurus menuju ke Lapangan Merdeka.

"Karena titik unjuk rasa berada di Jalan Imam Bonjol tepatnya depan DPR dan Wali Kota, kami harus mengalihkan jalan, contraflow. Kita mengalihkan kan karena ada unjuk rasa, bukan kemauan sendiri," kata Widodo.

Widodo menyebut pengalihan arus itu perlu dilakukan agar lalu lintas di lokasi tetap lancar. Meski begitu, Widodo menyampaikan permohonan maaf kepada pengendara jika terjadi kemacetan saat pengalihan arus itu.

"Saya minta maaf sama masyarakat umum karena pengalihan arus, semua kita alihkan," sebutnya.

Perwira menengah Polri itu mengatakan polisi yang berada di video itu telah dimintai keterangan oleh Propam Polrestabes Medan terkait kejadian itu.

"Anggota kita sudah diperiksa oleh paminal untuk diklarifikasi. Namun, demikian kami minta untuk pengguna jalan lain mohon bersabar. Kami menyadari mengalihkan arus ini dampaknya pasti terjadi kepadatan. Namun, ini untuk kenyamanan dan kelancaran semua, baik unjuk rasa dan keamanan pengguna jalan lain," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kakorlantas Ajak Ojol & Difabel Kampanyekan Keselamatan Lalu Lintas"
[Gambas:Video 20detik]
(fnr/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads