Kades di Deli Serdang Terjaring Razia Narkoba di Kafe, Jalani Rehabilitasi

Kades di Deli Serdang Terjaring Razia Narkoba di Kafe, Jalani Rehabilitasi

Mhd Ilham Pradilla - detikSumut
Rabu, 01 Jul 2026 14:38 WIB
Ilustrasi razia miras, ilustrasi razia prostitusi, ilustrasi razia preman, ilustrasi razia narkoba, ilustrasi razia kendaraan, ilustrasi razia lalu lintas
Foto: Ilustrasi. (dok. BeritaKlik)
Deli Serdang -

Kepala Desa (Kades) Rumah Lengo, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, berinisial ESB terjaring dalam razia yang dilakukan BNNK Deli Serdang di salah satu kafe. Berdasarkan hasil tes urine, kades tersebut positif menggunakan narkoba dan kini menjalani rehabilitasi.

Kepala BNNK Deli Serdang, Kombes Josua Tampubolon membenarkan peristiwa tersebut. Saat penggerebekan berlangsung, kepala desa berinisial ESB berada di lokasi dan menjalani tes urine.

"Iya, benar. Inisialnya ESB," ujar Josua saat dikonfirmasi detikSumut, Rabu (1/7/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil tes urine menunjukkan ESB positif menggunakan narkoba. Selain ESB, terdapat 19 pengunjung lain yang juga dinyatakan positif, sehingga total ada 20 orang positif menggunakan narkoba dalam razia tersebut.

"Positif pengguna narkoba, bersama pengunjung lainnya," katanya.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, seluruh pengunjung yang dinyatakan positif dibawa ke BNN Kabupaten Deli Serdang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, ESB sedang menjalani proses asesmen sebagai tahapan awal rehabilitasi dan pemulihan di BNN Kabupaten Deli Serdang.

"Proses asesmen rehabilitasi," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Deli Serdang menggelar razia narkoba di salah satu kafe di Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang. Razia tersebut berujung ricuh.

Massa diduga menghalangi petugas hingga merusak kendaraan dinas. Empat orang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala BNNK Deli Serdang, Kombes Josua Tampubolon, mengatakan operasi tersebut digelar pada Minggu (28/6/2026) sekira pukul 01.30 WIB. Razia dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait dugaan peredaran narkoba di lokasi tersebut.

"Operasi ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait dugaan peredaran narkotika di Kafe Kita," kata Josua kepada detikSumut, Selasa (30/6/2026).

Saat petugas tiba di lokasi, ada sekitar 100 pengunjung masih berada di dalam kafe. Sejumlah pengunjung sempat berupaya melarikan diri ketika petugas memasuki tempat hiburan malam tersebut.

"Kericuhan terjadi saat petugas hendak membawa puluhan pengunjung yang dinyatakan positif narkoba usai menjalani tes urine dini hari,"ucapnya.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan barang yang diduga narkotika jenis ekstasi di lantai kafe. Selain itu, ditemukan pula cairan yang diduga telah dicampur narkotika di dalam botol air mineral.

Selanjutnya petugas melakukan tes urine terhadap para pengunjung. Hasilnya, 23 orang dinyatakan positif menggunakan narkotika, terdiri atas 16 laki-laki dan tujuh perempuan.

Kericuhan pecah saat petugas hendak membawa para pengunjung yang hasil tes urinenya positif menggunakan truk Satpol PP. Massa yang datang ke lokasi diduga menghalangi proses pengamanan hingga situasi memanas.

"Dalam proses pengamanan terjadi penghadangan oleh massa. Akibatnya dua orang yang sebelumnya sudah diamankan berhasil melarikan diri," ujarnya.

Tak hanya menghalangi petugas, massa juga diduga melempari serta merusak kendaraan dinas milik BNNK Deli Serdang dan Satpol PP.

Petugas kemudian meminta bantuan BNN Provinsi Sumatera Utara dan Satreskrim Polrestabes Medan. Dari hasil penyelidikan, enam orang diamankan untuk diperiksa.

Setelah dilakukan gelar perkara, penyidik menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka berinisial MAS, AIS, MS, dan SH. Menurut Josua, satu dari empat tersangka merupakan residivis kasus narkoba.

Sementara dua tersangka lainnya merupakan anak pemilik kafe.

"Empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat," ungkapnya.

Saat ini Satreskrim Polrestabes Medan bersama BNNK Deli Serdang masih memburu pelaku lain yang diduga ikut melakukan pengrusakan, provokasi, dan menghalangi petugas saat razia berlangsung.

Sementara itu, sebanyak 20 orang yang hasil tes urinenya positif menjalani asesmen dan rehabilitasi di BNNK Deli Serdang. Penyidik juga masih mendalami dugaan tindak pidana lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kades di Lumajang Dikeroyok-Dibacok OTK, Polisi Buru Pelaku"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads