Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kasus suap di Kuantan Singingi, Riau. Wakil Bupati, Mukhlisin dipastikan tidak ikut diangkut KPK.
Informasi diterima detikSumut, Mukhlisin memang sempat tertahan lama di Rumah Dinas Sekda Zulkarnaen saat KPK datang, Senin (29/6) siang.
Namun malam harinya, Mukhlisin terlihat dijemput pakai Mobil Honda Jazz merah. Diduga orang nomor dua di Kota Jalur itu dijemput keluarganya setelah rangkaian pemeriksaan selesai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jubir KPK Budi Prasetyo menyebut Wakil Suhardiman Amby itu tak ikut dibawa ke Jakarta. Berbeda dengan lima orang lain yang diamankan dari total 10 orang saat penyelidikan tertutup.
"(Mukhlisin) tidak termasuk yang dibawa ke Jakarta," kata Budi, Rabu (1/6/2026).
Namun Budi minta masyarakat bersabar. Sebab, status mereka yang diamankan penyidik dan dibawa ke Jakarta baru akan diumumkan hari ini.
Total, ada tujuh orang diperiksa penyidik di kasus dugaan suap tersebut. Ketujuh orang itu antara lain tiga orang dari swasta, satu orang ASN, Bupati Suhardiman Amby dan sang istri Suci Nitia Edward serta Sekretaris Daerah (Sekda) Zulkarnaen.
Ketujuhnya menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK Merah Putih. Sementara itu Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnaen baru diperiksa malam tadi setelah mereka menyerahkan diri.
(ras/mjy)
