Suami Baru Meninggal, Rumah IRT Dibobol Maling Saat Rawat Anak di RS Medan

Suami Baru Meninggal, Rumah IRT Dibobol Maling Saat Rawat Anak di RS Medan

Finta Rahyuni - detikSumut
Rabu, 01 Jul 2026 15:19 WIB
Dewi saat diwawancarai di rumahnya.
Foto: Dewi saat diwawancarai di rumahnya. (Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) bernama Dewi (47) ditimpa musibah bertubi-tubi. Setelah suaminya meninggal, anaknya harus dilarikan ke rumah sakit (RS)

Setelah pulang dari RS, Dewi kaget melihat rumah yang disewanya di Jalan Bromo Gang Aman, Kecamatan Medan Denai, dibobol maling.

Dewi mengatakan suaminya meninggal dunia pada 1 Juni 2026 saat tengah dirawat di RS Pirngadi Medan. Berdasarkan keterangan dokter, pembuluh darah suaminya pecah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keesokan harinya, suaminya pun dimakamkan. Lalu, pada Rabu (3/6/2026), anaknya yang masih berusia 12 tahun harus dilarikan ke rumah sakit karena pucat.

Dewi menyebut anaknya itu memang mengalami gizi buruk atau stunting.

ADVERTISEMENT

"Ini anakku yang kecil, kena gizi buruk, kena stunting," kata Dewi saat diwawancarai di rumahnya, Rabu (1/7).

Dewi mengatakan anaknya dirawat sekitar dua pekan. Saat pulang ke rumah pada Senin (15/6), dia mendapati rumahnya yang berada di lantai 2 itu telah dibobol maling.

Dia menyebut pencurian itu terjadi dua kali. Dewi mengaku ada sejumlah barangnya yang hilang, yakni 2 mesin jahit, mesin pompa air, piring, pemasak nasi dan ponsel.

"Rumah kosong lah ni tinggal lah rumah ini Minggu. Di situlah dia, dia masuk malingnya. Jadi, pas aku pulang aku naik ke atas, sudah berserak," sebutnya.

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan bahwa sejauh ini korban belum membuat laporan atas kejadian ini. Namun, pihaknya telah bertemu dengan korban dan memberikan sejumlah bantuan.

"Saya tidak menunggu lama, saya minta sampaikan kepada kasat reskrim, tolong undang ibu itu lebih dulu. Kita lakukan pemulihan psikis karena saya tahu itu begitu terguncang. Salah satu sisi, (korban) kehilangan suaminya, dan bersamaan waktu anaknya sakit dan dirawat di salah satu rumah sakit di Medan. Tapi pada saat pulang, barang-barangnya hilang. (Beberapa) barang yang hilang kami beli dan kami berikan kembali, supaya paling tidak hatinya senang," kata Calvijn.

Perwira menengah Polri itu mengatakan sudah memerintahkan anggotanya untuk mengungkap kasus itu. Saat ini, petugas kepolisian tengah menyelidikinya.

"Terkait tindak pidananya, saya sampaikan kepada jajaran, ini harus ditindak dan harus dilakukan pengungkapan kasus. Ini termasuk pencurian dengan pemberatan dan sudah berani masuk ke dalam rumah warga. Tidak dilihat dari jumlah nominal barang yang dicuri, tapi tindakan pidana yang dilakukan," pungkasnya.




(fnr/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads