Bareng Teman Kuliah, Pria di Medan Edarkan Vape Narkoba Jaringan Internasional

Bareng Teman Kuliah, Pria di Medan Edarkan Vape Narkoba Jaringan Internasional

Finta Rahyuni - detikSumut
Senin, 06 Jul 2026 11:19 WIB
Vape narkoba jaringan internasional yang diamankan petigas kepolisian. (Foto: dok. Polrestabes Medan)
Foto: Vape narkoba jaringan internasional yang diamankan petigas kepolisian. (Foto: dok. Polrestabes Medan)
Medan -

Seorang pria berinisial MG (30) menjadi kurir vape narkoba jaringan internasional bersama temannya saat berkuliah. MG ditangkap di salah satu hotel di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) saat tengah menunggu perintah bosnya.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan pelaku MG ditangkap di salah satu hotel di Jalan Sei Batang Hari, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (4/7). Ada 128 vape narkoba yang diamankan petugas kepolisian dari pelaku.

"Ada 128 vape narkoba atau yang biasa dikenal dengan pod getar (diamankan). Pelaku saat itu sedang menginap di sebuah hotel," kata Rafli, Senin (6/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rafli mengatakan pelaku tengah menunggu arahan dari pengendali jaringan yang berada di Malaysia. Saat penangkapan, petugas Unit 3 Satresnarkoba Polrestabes Medan menemukan vape narkoba itu disimpan di bawah bantal kamar hotel.

ADVERTISEMENT

"Keberadaan pelaku di hotel untuk menunggu arahan dari sang pengendali, yang diduga berada di Malaysia, untuk mendistribusikan narkoba ke sejumlah tempat," ujarnya.

Perwira menengah Polri itu menyebut barang haram itu dibawa dari Malaysia melalui Tanjung Balai. Vape berisi cairan narkoba itu didapat MG dari seorang temannya saat berkuliah. Saat ini, kata Rafli, pihaknya tengah menyelidiki teman kuliah pelaku serta pengendali jaringan yang berada di Malaysia itu.

"Hasil pemeriksaan awal, vape ini didapat dari teman lama pelaku saat masih sama-sama kuliah di Kota Medan, di situlah circle terbentuk. Dalam kasus ini, kami tengah memburu teman pelaku yang memberikan narkoba, dan sang pengendali, untuk mengungkap seluruh jaringan pelaku," jelas Rafli.

Dibuat Seperti Vape Biasa

Rafli menyebut para pelaku mengelabui petugas dengan membuat seolah-olah barang itu merupakan vape biasa. Para pelaku mengemasnya tanpa merek dan hanya tertera label hologram bertuliskan QC pada kemasan.

"Kami tidak akan memberikan ruang sekecil apapun karena pasti akan kami ungkap bagaimana pun cara mereka berkamuflase," pungkasnya.




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads