Lupis Ketan, Jajanan Lawas di Medan Tetap Diburu di Tengah Tren Kuliner Modern

Lupis Ketan, Jajanan Lawas di Medan Tetap Diburu di Tengah Tren Kuliner Modern

Nanda M Marbun - detikSumut
Kamis, 16 Apr 2026 08:31 WIB
Lupis Ketan yang dijual di Jalan Kapten Muslim, Medan. (Foto: Nanda M Marbun/detikSumut).
Lupis Ketan yang dijual di Jalan Kapten Muslim, Medan. (Foto: Nanda M Marbun/detikSumut).
Medan -

Di tengah maraknya jajanan modern, lupis ketan yang dibalut kelapa parut dan disiram gula merah kental tetap menjadi favorit masyarakat di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Perpaduan rasa manis dan gurih yang khas membuat kue tradisional ini terus bertahan dari waktu ke waktu.

Salah satu lokasi yang masih menjual jajanan lawas itu berada di Jalan Kapten Muslim, Medan. Berdasarkan pantauan detikSumut, Rabu (15/4/2026) di lokasi, tampak pedagang lupis ketan melayani para pembelinya dari berbagai kalangan. Mulai dari anak sekolah, mahasiswa hingga orang tua tampak silih berganti datang membeli jajanan tersebut.

Salah seorang pekerja di tempat jualan lupis ketan tersebut, Silvana mengaku dagangan yang dijualnya itu masih ramai dibeli oleh masyarakat setiap harinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya pembeli alhamdulillah masih ramai, setiap hari selalu ada pembeli seperti kalangan anak sekolah, mahasiswa hingga orang tua. Kita jual ada lupis ketan dan cendil," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, lupis yang dijual memiliki beberapa varian, seperti warna hijau dan pulut hitam. Dalam satu porsi, pembeli bisa mendapatkan tiga potong lupis dengan harga Rp12 ribu dan bebas memilih varian yang diinginkan.

"Untuk lupis ada varian warna hijau dan pulut hitam. Kita jual seharga Rp 12 ribu isi tiga, bebas pilih," tambahnya.

Tak hanya berjualan di satu titik, Silvana juga mengatakan dagangan lupis tempat ia bekerja itu telah membuka cabang seperti di kawasan Asia Mega Mas dan Simpang Lampu Merah Kasuari untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Sementara itu, pedagang lainnya, Rani mengungkapkan bahwa meski pembeli tidak selalu ramai setiap hari, lupis ketan tetap memiliki tempat di hati masyarakat.

"Iya, kalau dibilang ramai terus sih nggak, tapi hampir setiap hari tetap ada saja yang datang beli. Biasanya mereka memang sudah tahu rasanya, jadi sengaja datang lagi. Namanya juga kue tradisional, pasti masih ada yang suka dan mencarinya," katanya.

Menurut Rani, ketertarikan masyarakat terhadap lupis ketan tidak lepas dari bahan dasarnya yang sederhana namun memiliki cita rasa khas.

"Lupis ini kan dari beras pulut, rasanya beda, lebih legit dan mengenyangkan. Itu yang bikin orang tetap suka. Apalagi yang sudah pernah makan, biasanya bakal balik lagi karena rasanya memang khas," pungkasnya.

Di tengah gempuran kuliner kekinian yang terus bermunculan, lupis ketan membuktikan bahwa cita rasa tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Sederhana, namun penuh kenangan itulah yang membuatnya tak lekang oleh waktu.

Artikel ini ditulis Nanda M Marbun, Peserta Maganghub Kemnaker di BeritaKlik




(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads