Utusan Donald Trump Ngotot Gantikan Iran dengan Italia di Piala Dunia

Sepakbola Internasional

Utusan Donald Trump Ngotot Gantikan Iran dengan Italia di Piala Dunia

Yanu Arifin - detikSumut
Selasa, 28 Apr 2026 09:00 WIB
13 February 2026, Bavaria, Munich: Paolo Zampolli, Italian-born businessman based in New York City in the USA (United States Special Representative for Global Partnerships), is coming to the Munich Security Conference at the Bayerischer Hof conference hotel in Munich (Bavaria, Germany) on February 13, 2026. The 62nd Munich Security Conference (MSC) will take place from February 13 to 15, 2026 at the Hotel Bayerischer Hof in Munich. The MSC is the worlds leading forum for debates on international security policy. Photo: Matthias Balk/dpa (Photo by Matthias Balk/picture alliance via Getty Images)
Paolo Zampolli (Photo by Matthias Balk/picture alliance via Getty Images
Jakarta -

Utusan khusus Donald Trump, Paolo Zampolli, sedang gencar memperjuangkan posisi Italia untuk menggantikan Iran di Piala Dunia 2026. Menurut pandangannya, Gli Azzurri memiliki kans yang sangat kuat untuk mendapatkan jatah tersebut melalui jalur lobi.

Zampolli menegaskan keseriusannya untuk bernegosiasi dengan FIFA terkait pergantian posisi antarnegara ini. Ia dijadwalkan akan segera mengadakan pertemuan tatap muka dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Keyakinannya cukup tinggi, bahkan ia memprediksi peluang Italia untuk berlaga di turnamen tersebut sudah melampaui angka 50 persen.

"Saya kira ada peluang lebih dari 50 persen Italia akan berpartisipasi di Piala Dunia," kata pria asal Italia itu kepada RAI GR Parlamento, dikutip detikSport dari Football-Italia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya akan bertemu Gianni Infantino di Miami untuk balapan GP Formula 1 akhir pekan ini. Tidak boleh ada Piala Dunia tanpa Italia, keputusan ada di tangan Infantino dan Trump," ungkap Paolo Zampolli.

ADVERTISEMENT

Munculnya wacana ini dipicu oleh beberapa faktor krusial yang sedang terjadi di peta sepak bola dan geopolitik dunia. Keikutsertaan Iran terus menuai polemik. Walaupun pihak Iran berkomitmen untuk hadir, tensi politik yang meruncing dengan Amerika Serikat akibat situasi perang menjadi hambatan serius.

Secara sportif, Italia sebenarnya sudah dipastikan tidak lolos ke putaran final setelah ditaklukkan oleh Bosnia & Herzegovina pada babak playoff awal bulan ini. Amerika Serikat, yang bertindak sebagai tuan rumah bersama Meksiko dan Kanada, mencoba memanfaatkan pengaruhnya melalui Zampolli untuk membawa tim juara Eropa empat kali tersebut ke turnamen yang akan dimulai Juni mendatang.

Langkah Paolo Zampolli ini telah memicu perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola dunia, mengingat ini merupakan upaya diplomasi tingkat tinggi untuk mengubah daftar peserta yang sudah ditentukan lewat babak kualifikasi.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads