Manchester City kembali mengajukan penawaran kepada Nottingham Forest untuk mendapatkan Elliot Anderson. Namun, tawaran kedua tersebut kembali ditolak karena Forest hanya bersedia melepas sang pemain jika ada klub yang menebusnya senilai 125 juta paun (Rp3 triliun).
Melansir detikSport, Anderson memang menjadi incaran sejumlah klub setelah menunjukkan performa yang konsisten bersama Forest. Sepanjang musim, gelandang berusia 23 tahun itu tampil dalam 50 pertandingan dan mencatatkan empat gol serta lima assist.
Dua klub asal Manchester, yakni Manchester United dan Manchester City, menjadi peminat utama pemain Timnas Inggris tersebut. Man City bergerak lebih cepat dalam upaya mengamankan jasa Anderson pada bursa transfer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, The Citizens telah melayangkan tawaran pertama senilai 80 juta paun. Namun, proposal tersebut langsung ditolak oleh Nottingham Forest.
Dikutip dari The Guardian, Man City tidak menyerah dan kembali mengajukan penawaran yang lebih tinggi. Klub asuhan Pep Guardiola itu menawarkan 106 juta paun ditambah bonus sebesar 16 juta paun. Dengan demikian, total nilai transfer yang ditawarkan mencapai 122 juta paun (Rp2,9 triliun).
Meski meningkat signifikan, tawaran kedua tersebut tetap belum cukup untuk meyakinkan Forest. Klub itu bersikukuh hanya akan melepas Anderson dengan nilai 125 juta paun tanpa tambahan klausul bonus.
Apabila Man City memenuhi tuntutan tersebut, Anderson akan menyamai rekor transfer termahal dalam sejarah Liga Inggris yang saat ini dipegang oleh Alexander Isak. Isak diboyong Liverpool dengan nilai transfer 125 juta paun pada awal musim ini.
Hingga kini, belum ada langkah lanjutan dari Manchester City terkait negosiasi transfer Anderson. Kondisi tersebut masih membuka peluang bagi Manchester United untuk ikut bersaing mendapatkan tanda tangannya. Namun, banderol yang sangat tinggi tetap menjadi kendala besar bagi Setan Merah.
(afb/afb)