Van Dijk Akui Daya Juang Jepang usai Ditahan Imbang

Sepakbola Internasional

Van Dijk Akui Daya Juang Jepang usai Ditahan Imbang

Tim detikSport - detikSumut
Selasa, 16 Jun 2026 01:00 WIB
Virgil van Dijk (Netherlands) and Ayase Ueda (Japan) battle for the ball during Group F FIFA World Cup 2026, Netherlands and Japan, Dallas Stadium, Arlington, United States on June 14  2026. (Photo by Ulrik Pedersen/NurPhoto via Getty Images)
Virgil van Dijk saat membela Belanda melawan Jepang pada laga Piala Dunia 2026. (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Medan -

Timnas Belanda harus puas berbagi angka dengan Jepang setelah bermain imbang 2-2 pada laga yang berlangsung di AT&T Stadium, Texas, Senin (15/6/2026) dini hari WIB. Meski sempat unggul dua kali, De Oranje gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.

Belanda membuka keunggulan melalui gol kapten tim, Virgil van Dijk, pada menit ke-50. Namun keunggulan itu hanya bertahan tujuh menit setelah Keito Nakamura berhasil menyamakan kedudukan untuk Jepang.

Pasukan Ronald Koeman kembali berada di depan lewat gol Crysencio Summerville pada menit ke-64. Akan tetapi, Jepang menunjukkan semangat pantang menyerah dan kembali menyamakan skor melalui Daichi Kamada pada menit ke-88.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil tersebut menjadi catatan yang kurang memuaskan bagi Belanda. Pasalnya, kemenangan atas Jepang dinilai penting mengingat tim asuhan Hajime Moriyasu merupakan salah satu rival terkuat mereka di fase grup.

Usai laga, Van Dijk memberikan apresiasi terhadap kegigihan Jepang. Menurutnya, Samurai Biru mampu memaksimalkan peluang yang terbatas untuk mencetak gol. Sepanjang pertandingan, Jepang hanya mampu melepaskan tiga tembakan tepat sasaran, tetapi dua di antaranya berbuah gol.

ADVERTISEMENT

"Kami bermain sangat rapat di belakang, rasanya kami tak memberikan banyak peluang untuk lawan. Kalau saya benar, cuma tiga atau empat secara total," kata pemain Liverpool itu di mainichi sebagaimana dilansir detikSport.

"Jepang sangat bagus dalam serangan balik karena mereka sangat rapat di tengah, cara para penyerangnya bertahan di posisinya ketika kehilangan penguasaan bola...Realitanya kami mendapatkan satu poin dan harus beranjak." tambahnya.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads