Pelatih Portugal soal Imbang Lawan Kongo: Bukan Soal Taktik Tapi ...

Sepakbola Internasional

Pelatih Portugal soal Imbang Lawan Kongo: Bukan Soal Taktik Tapi ...

Tim detikSport - detikSumut
Sabtu, 20 Jun 2026 01:02 WIB
Soccer Football - Euro 2024 - Quarter Final - Portugal v France - Hamburg Volksparkstadion, Hamburg, Germany - July 5, 2024 Portugal coach Roberto Martinez consoles Cristiano Ronaldo after losing the penalty shootout REUTERS/Annegret Hilse     TPX IMAGES OF THE DAY
Pelatih Portugal Roberto Martinez bersama Cristiano Ronaldo (Foto: Annegret Hilse/REUTERS)
Jakarta -

Timnas Portugal gagal meraih kemenangan pada pertandingan pertama mereka di Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang RD Kongo. Pelatih Roberto Martinez menilai hasil tersebut lebih dipengaruhi faktor emosional para pemain ketimbang persoalan strategi.

Dalam laga pembuka Grup K yang berlangsung Kamis (18/6), Portugal bermain imbang 1-1 melawan RD Kongo. Selecao sempat memimpin lebih dahulu melalui gol cepat Joao Neves. Namun, RD Kongo berhasil menyamakan kedudukan lewat Yoane Wissa menjelang berakhirnya babak pertama.

Pada paruh kedua pertandingan, Portugal tampil dominan dan lebih banyak menguasai jalannya laga. Meski begitu, mereka gagal memanfaatkan peluang yang ada untuk mencetak gol tambahan sehingga kedua tim harus puas berbagi angka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Martinez menilai anak asuhnya sebenarnya tampil cukup baik. Namun, saat kesulitan membongkar pertahanan lawan, kondisi emosional pemain memengaruhi permainan sehingga rencana yang telah disusun tidak berjalan optimal.

"Emosi berdampak negatif pada performa kami di babak kedua. Kami setelahnya berhenti mengambil risiko, berhenti mencari ruang, berhenti mencapai sepertiga akhir lapangan," ungkapnya dilansir detikSport dari ESPN.

ADVERTISEMENT

"Ini lebih merupakan masalah emosi daripada soal taktik, tapi ya beginilah Piala Dunia," tambahnya.

Menurut Martinez, ajang Piala Dunia selalu menghadirkan kejutan dan sering kali ditentukan oleh detail-detail kecil. Ia juga mengingatkan bahwa Portugal baru menjalani satu pertandingan dan masih memiliki dua laga tersisa di fase grup.

"Kami baru mainkan satu laga. Argentina sempat kalah di laga perdana lalu jadi juara, Spanyol juga sempat dibuat kesulitan tapi juara di 2010. Kami akan mengevaluasi dan meningkatkan performa," tutupnya.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads