Portugal disingkirkan Spanyol dari babak 16 besar Piala Dunia 2026. Roberto Martinez menyebut meski Portugal tersingkir, dia tak merasa gagal selama menukangi Cristiano Ronaldo dkk.
Eks pelatih Belgia itu langsung mengumumkan mundur dari kursi pelatih seusai Portugal dikalahkan Spanyol. Dia merasa Portugal harus mencari sosok pelatih baru.
"Saya bangga. Saya telah menjalani 45 laga, dan saya merasa diterima dan dicintai di Portugal. Ini adalah kenangan yang akan selalu saya bawa," ujar Martinez dikutip detikSport dari dikutip ESPN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah suatu kesenangan, sumber kebanggaan, dan tanggung jawab. Ini sulit, tetapi ini adalah akhir dari sebuah siklus dan dalam konteksnya, ini sangat masuk akal."
Meski sukses menyumbang gelar UEFA Nations League 2025, namun Roberto Martinez tak kuasa membawa Portugal melaju jauh di ajang sekelas Piala Dunia. Meski begitu, ia tak menganggap dirinya gagal.
"Kami tak gagal. Kami kalah dalam satu laga, melawan salah satu tim favorit (juara). Kami menunjukkan bakat individu yang luar biasa. Menang atau kalah dalam laga besar, melawan tim-tim besar, adalah tentang detail... Anda (dicap) gagal ketika Anda tidak berusaha untuk menang, dan kami berusaha untuk menang hingga menit terakhir," lanjut Martinez.
"Bukan hanya Portugal. Tidak banyak negara yang secara konsisten mencapai tahap akhir Piala Dunia. Sangat sulit untuk konsisten dan selalu lolos. Ada hal-hal yang membuat perbedaan, seperti bola yang membentur tiang. Hal-hal inilah yang menentukan di Piala Dunia," jelasnya.
Portugal angkat koper dari Amerika Serikat usai kalah dramatis 0-1 dari Spanyol dalam laga yang berlangsung di Dallas Stadium, Selasa (7/7) dini hari WIB. Gol Mikel Merino di injury time babak kedua menghentikan Portugal.
(astj/astj)
