Menelusuri Jejak Sejarah di Museum dan Galeri Arsip Statis Kota Padang

Sumatera Barat

Menelusuri Jejak Sejarah di Museum dan Galeri Arsip Statis Kota Padang

Aisyah Luthfi - detikSumut
Rabu, 04 Feb 2026 06:30 WIB
Suasana ruang Galeri Arsip Statis Kota Padang. (Aisyah Luthfi/detikSumut)
Foto: Suasana ruang Galeri Arsip Statis Kota Padang. (Aisyah Luthfi/detikSumut)
Padang -

Kota Padang memiliki destinasi wisata sejarah yang menyimpan berbagai arsip tentang kota tersebut, yaitu Museum dan Galeri Arsip Statis Kota Padang. Tempat ini diresmikan pada 7 Desember 2024 oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi.

Mengambil tempat di bangunan bersejarah eks Balai Kota Padang, museum ini menjadi penjaga memori kolektif warga kota agar tidak lekang oleh waktu.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani mengungkapkan bahwa Museum dan Galeri Arsip Statis dibuka untuk umum dengan tujuan menjaga memori Masyarakat tentang Sejarah dan arsip-arsip Kota Padang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Segala dokumen yang terkait dengan administrasi pemerintah hingga peristiwa sejarah, bahkan kliping koran pun tersedia di sana. Galeri ini dapat dikunjungi oleh masyarakat umum. Tujuannya adalah agar kita dapat menjaga memori kolektif bangsa agar tetap bertahan," ujar Heriza, Selasa (3/2/2026).

Lokasi Strategis di Bangunan Ikonik

Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Padang, Elvi menjelaskan bahwa awalnya, Galeri Arsip Statis ini menempati lokasi yang cukup sempit di kawasan SMA 1 Padang (Jalan Sudirman) sejak pembentukannya di tahun 2015. Kemudian, pusat dokumentasi ini dipindahkan ke gedung Balai Kota Lama yang jauh lebih luas dan representatif pada tahun 2024.

ADVERTISEMENT

"Galeri Arsip Statis sebenarnya sudah ada sejak 2015, tetapi kami baru menempati gedung ini pada 2024," jelasnya, Selasa (3/2).

Elvi menambahkan bahwa gedung Balai Kota sendiri memiliki nilai sejarah tinggi, dibangun sekitar tahun 1935-1936 dan pernah berfungsi sebagai pusat pemerintahan Kota Padang di masa lampau.

Koleksi Lengkap, Dari Foto Jadul hingga Dokumen Langka

detikers bisa mengunjungi Museum dan Galeri ini setiap hari Senin-Jumat dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Saat berkunjung, detikers hanya perlu mengisi buku tamu dan bisa ditemani penanggung jawab museum untuk mengetahui sejarah setiap koleksi.

Tifan, salah satu penanggung jawab museum menjelaskan bahwa koleksi yang dipamerkan sangat beragam, di antaranya:

  • Arsip Tekstual
    Mencapai 59.848 dokumen, termasuk surat keputusan dan administrasi pemerintahan masa lalu.
  • Foto Sejarah
    Tersedia 14.986 lembar foto yang menangkap momen-momen penting perkembangan Kota Padang.
  • Kartografi & Peta
    Terdapat 19 buah peta lama yang menunjukkan tata kota zaman dulu.
  • Benda Bersejarah
    Koleksi unik seperti mesin ketik lama hingga diorama sumbangan mahasiswa Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UNAND.
  • Kitab Hukum
    Sebanyak 235 kitab hukum Hindia Belanda (Staatsblad) yang menjadi rujukan hukum pada zamannya.

Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah arsip Surat Izin Mengemudi (SIM) Bendi atau delman.

"Karena pada masanya, bendi merupakan transportasi utama Masyarakat di Kota Padang. Jadi setiap pemilik bendi harus memiliki SIM," tutur Tifan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Museum Marsinah Dibuka, Ratusan Warga Berkunjung Tiap Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads