detikJatimSabtu, 18 Mar 2023 12:07 WIB
Eksodus Warga Ponorogo Termakan Fatwa Meteor Jatuh Saat Ramadhan
Awal Maret 2019, terjadi eksodus warga Ponorogo ke Malang. Mereka termakan fatwa meteor jatuh di bulan Ramadhan sebagai salah satu tanda kiamat.
detikJatimSabtu, 18 Mar 2023 12:07 WIB
Awal Maret 2019, terjadi eksodus warga Ponorogo ke Malang. Mereka termakan fatwa meteor jatuh di bulan Ramadhan sebagai salah satu tanda kiamat.
detikNewsMinggu, 14 Apr 2019 15:22 WIB
Masih ingat 52 warga Ponorogo mondok ke Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang ? Mereka yang disebut jemaah Thoriqoh Akhmaliyah As-sholihiyah, kembali ke Ponorogo
detikNewsSelasa, 26 Mar 2019 14:14 WIB
Pemkab Ponorogo masih berupaya untuk memulangkan 52 warganya yang mondok ke Malang. Pemkab membetuk tim khusus untuk dikirim ke Malang.
detikNewsKamis, 14 Mar 2019 22:50 WIB
Puluhan warga Ponorogo datang ke Ponpes di Malang untuk menyongsong jatuhnya meteor. Mereka membantah didoktrin kiamat dan tidak akan pulang hingga Ramadan.
detikNewsKamis, 14 Mar 2019 19:43 WIB
Pengasuh Ponpes Miftahul Fallahil Mubtadin menanggapi kabar 52 warga Ponorogo hijrah ke tempatnya. Kredatangan mereka mau mondok bukan berlindung dari kiamat.
detikNewsKamis, 14 Mar 2019 18:39 WIB
Pengasuh Ponpes Miftahul Fallahil di Malang mengaku tidak pernah mengeluarkan fatwa kiamat sudah dekat. Menurutnya ia hanya menyampaikan 10 tanda kiamat.
detikNewsKamis, 14 Mar 2019 17:35 WIB
Ada banyak fatwa Thoriqoh Musa yang diduga telah dipaparkan Khotimun pada 52 warga Ponorogo yang pindah ke Malang. Salah satunya soal huru hara saat Ramadan.
detikNewsKamis, 14 Mar 2019 14:34 WIB
Khotimun dikenal warga sebagai seorang pengajar agama. Dia diduga telah menyihir warga dengan beberapa fatwa thoriqot musa seperti kiamat sudah dekat.
detikNewsKamis, 14 Mar 2019 13:30 WIB
Dari 52 warga Ponorogo yang pindah ke Malang akibat doktrin kiamat, 10 di antaranya merupakan pelajar. Bahkan 3 di antaranya siswa kelas VI yang akan UN.
detikNewsKamis, 14 Mar 2019 12:02 WIB
Foto pengasuh sebuah pondok pesantren dijual seharga Rp 1 juta sebagai pusaka penangkal gempa. Benarkah itu?