detikFinanceSenin, 29 Mei 2017 17:02 WIB
Jokowi Marah Soal Kereta Cepat, Ini Respons KCIC
Presiden Joko Widodo marah hebat lantaran pembangunan fisik proyek kereta cepat JKT-Bandung belum dimulai pasca groundbreaking. Apa respons KCIC?
detikFinanceSenin, 29 Mei 2017 17:02 WIB
Presiden Joko Widodo marah hebat lantaran pembangunan fisik proyek kereta cepat JKT-Bandung belum dimulai pasca groundbreaking. Apa respons KCIC?
detikFinanceSenin, 29 Mei 2017 15:49 WIB
Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung bikin Jokowi marah karena dinilai lambat dan tak menunjukkan banyak perkembangan. Bagaimana perkembangannya sekarang?
detikFinanceRabu, 24 Mei 2017 10:28 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekesalannya terhadap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Memang seberapa penting proyek itu dibangun?
detikFinanceSelasa, 23 Mei 2017 14:53 WIB
Proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung, yang sampai saat ini pembangunannya belum juga terlihat. Sementara perdebatannya sangat panjang.
detikFinanceRabu, 10 Mei 2017 17:05 WIB
Dana pinjaman proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (JKT-BDG) dari China Development Bank bakal cair minggu depan.
detikFinanceRabu, 03 Mei 2017 11:43 WIB
Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung masih berjalan. Sampai saat ini sudah rampung 5 km pertama dari total 142 km.
detikFinanceSelasa, 02 Mei 2017 19:36 WIB
Penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2017 menjadi salah satu modal pemerintah dalam mencairkan dana pinjaman proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
detikFinanceSelasa, 02 Mei 2017 18:36 WIB
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, dalam ratas yang dipimpin Jokowi, Ia juga melaporkan proyek Pelabuhan Patimban dan Proyek Kereta Cepat Jkt-Bdg.
detikFinanceSelasa, 18 Apr 2017 16:10 WIB
Pinjaman dari China Development Bank (CDB) untuk pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dalam tahap awal akan cair sekitar Rp 17 triliun.
detikFinanceKamis, 13 Apr 2017 20:36 WIB
Menteri BUMN Rini mengungkapkan ada kenaikan nilai proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dari sebelumnya US$ 5,5 miliar jadi US$ 5,9 miliar. Kenapa?