detikNewsSelasa, 16 Okt 2018 18:04 WIB
Polisi: Peluru Nyasar ke Gedung DPR Tak Disengaja, Pelaku Gugup
Polisi mengatakan tak ada unsur kesengajaan terkait insiden peluru nyasar ke dua ruangan kerja anggota DPR. Apa penjelasan polisi?
detikNewsSelasa, 16 Okt 2018 18:04 WIB
Polisi mengatakan tak ada unsur kesengajaan terkait insiden peluru nyasar ke dua ruangan kerja anggota DPR. Apa penjelasan polisi?
detikNewsSelasa, 16 Okt 2018 18:02 WIB
Ini penjelasan polisi soal peluru yang ditembakkan dari lapangan tembak Senayan bisa tembus ke ruang kerja anggota DPR yang jaraknya sekitar 253 meter.
detikNewsSelasa, 16 Okt 2018 17:15 WIB
Polisi menyebut dua orang tersangka berinisial IAW dan RMY dalam insiden peluru nyasar ke gedung DPR bukan anggota Perbakin.
detikNewsSelasa, 16 Okt 2018 17:10 WIB
"Kaca antipeluru menurut saya pertimbangan security. Jadi mungkin dari Polisi, dari BIN, bukan PUPR," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljon.
detikNewsSelasa, 16 Okt 2018 16:57 WIB
Polisi telah mengecek proyektil peluru yang menembus ruang kerja dua anggota DPR. Bagaimana hasilnya?
detikNewsSelasa, 16 Okt 2018 15:11 WIB
"Menurut saya ini tidak bisa dibiarkan karena sudah terjadi beberapa kali dan mengancam anggota dewan, mengancam tenaga ahli anggota dewan," kata Ahmad Muzani.
detikNewsSelasa, 16 Okt 2018 14:15 WIB
"Jadi itu senjata itu dimodifikasi dan memakai alat kecil jadi otomatis. Nah Glock kaliber 9 itu jangkauan jelajahnya itu bisa mencapai 1,5 mil," kata Bamsoet.
detikNewsSelasa, 16 Okt 2018 13:39 WIB
"Itu kan suatu hal yang memalukan buat aparat keamanan kita, untuk pertahanan negara kita, petugas-petugas keamanan kita," kata Sekjen PKS Mustafa Kamal.
detikNewsSelasa, 16 Okt 2018 13:01 WIB
Polisi menduga anggota Perbakin Tangsel inisial I sedang menggunakan senjata laras pendek saat menembakkan peluru yang nyasar ke gedung DPR RI. Apa kata polisi?
detikNewsSelasa, 16 Okt 2018 11:05 WIB
"Berharap reaksi kawan-kawan Gerindra tidak lebay agar situasi politik kita tetap kondusif. Jangan politisasi peluru nyasarlah," tutur Sekjen PSI Raja Antoni.