Momen Ramadan dan Lebaran kerap identik dengan kebahagiaan. Namun, di balik itu, terselip tekanan yang tak jarang dirasakan anak muda.
Fenomena ini ditangkap Falala Chocolate Bali lewat langkah berbeda. Tak sekadar berjualan cokelat, brand premium asal Bali ini merilis web series orisinal berjudul 'Selagi Ibu Melihat'.
Serial sepanjang enam episode ini tayang perdana pada awal Maret 2026. Sejak itu, drama keluarga berlatar Bali tersebut langsung ramai diperbincangkan karena dinilai dekat dengan keresahan Gen Z, terutama anak rantau yang merindukan rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentil Ekspektasi Mantu Harus Berseragam
Selagi Ibu Melihat mengisahkan Ara (Ratu Rafa), perempuan mandiri yang dihadapkan pada kondisi kesehatan ibunya, yang diperankan Dayu Sri. Sang ibu divonis akan kehilangan penglihatan akibat gangguan saraf mata. Di tengah situasi itu, ia memiliki satu harapan terakhir: melihat Ara menikah dengan pria mapan yang berseragam.
Keinginan itu membuat Ara mengambil langkah nekat. Ia menyewa Dipa (Indian Akbar), seorang aktor gagal, untuk berpura-pura menjadi calon suami dari berbagai profesi, mulai dari PNS hingga tentara.
Lewat premis ini, serial tersebut menyentil ekspektasi klasik soal mantu idaman berseragam yang kerap membebani anak muda. Balutan komedi membuat pesan yang disampaikan terasa ringan, meski tetap mengena.
Web series Selagi Ibu Melihat. Foto: dok. Falala Chocolate Bali |
Potret Trauma Anak Pertama
Di balik komedi, cerita ini juga menyelipkan lapisan emosi yang kuat. Selagi Ibu Melihat mengangkat fenomena Eldest Daughter Syndrome-tekanan yang sering dirasakan anak pertama untuk selalu sempurna, mengorbankan mimpi, hingga terus didesak soal pernikahan.
Sejumlah adegan memperlihatkan pergulatan batin Ara dalam mencari validasi dari orang tuanya. Kedekatan tema dengan realitas membuat banyak penonton merasa terhubung. Tak sedikit pula yang membagikan potongan adegan kepada orang tua mereka sebagai ungkapan rindu dan permintaan maaf.
Hadir sebagai Teman di Momen Lebaran
Lewat serial ini, Falala Chocolate Bali mencoba melangkah lebih jauh dari sekadar brand. Mereka memilih menghadirkan cerita yang relevan dengan dinamika keluarga saat Lebaran.
"Kami menyadari bahwa Lebaran adalah momen pulang, namun bagi sebagian anak muda, pulang juga berarti menghadapi tumpukan ekspektasi keluarga. Melalui 'Selagi Ibu Melihat', Falala Chocolate Bali tidak ingin merusak momen tersebut dengan promosi jualan yang kaku. Kami ingin hadir sebagai teman cerita" ungkap Eksekutif Produser Falala The Series Falala Chocolate Bali, Melinia Purnama, Selasa (24/3/2026).
"Cokelat adalah simbol cinta dan kelembutan. Dalam cerita ini, ketika ketegangan antara ibu dan anak memuncak, ketulusanlah yang pada akhirnya melumerkan segalanya, persis seperti filosofi Falala. Kami berharap, setelah penonton terhanyut dalam kisah Ara dan bersiap untuk kembali ke perantauan usai cuti Lebaran, mereka ingat bahwa selalu ada cinta yang manis dari Bali untuk dibawa pulang," tambahnya.
Serial Selagi Ibu Melihat tayang setiap Sabtu pukul 19.00 Wita di kanal YouTube resmi @falalachocolatebali. Episode final dijadwalkan pada 11 April 2026.
(dpw/dpw)











































