Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih menyabet medali emas nomor speed relay putri di ajang Asian Beach Games Sanya 2026 China. Keduanya merupakan atlet panjat tebing Indonesia asal Buleleng, Bali.
Bagi Asih, prestasi tersebut akan menjadi momen tak terlupakan sepanjang kariernya sebagai atlet panjat tebing. Sebab, itu merupakan medali emas pertamanya yang diraih saat usia 19 tahun sekaligus mencatat rekor dunia.
"Tidak menyangka dan pastinya bangga bisa meraih medali emas sekaligus mencetak rekor dunia. Ini hasil dari kerja keras, latihan, dan dukungan banyak orang tua, pelatih, dan teman-teman," kata Asih kepada detikBali, Minggu (3/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asih mengaku kemistri dengan seniornya, Desak Rita, terus terbangun dalam beberapa kali latihan. Menurutnya, komunikasi dan kepercayaan menjadi kunci kemenangan dirinya bersama Rita.
"Kami saling percaya dan memahami peran masing-masing. Jadi, saat bertanding bisa lebih kompak dan percaya diri," ungkap Asih.
Duo Putri Speed Relay Timnas Panjat Tebing Indonesia sukses menyabet medali emas pada perlombaan panjat tebing disiplin speed relay di Asian Beach Games Sanya 2026. (Foto: dok. FPTI) |
Perempuan asal Desa Gitgit, Buleleng, itu berharap pemerintah memberikan perhatian dan dukungan kepada para atlet yang berjuang mengharumkan nama Indonesia. Asih menilai perlunya dukungan fasilitas yang memadai, pembinaan yang bagus, hingga apresiasi untuk atlet berprestasi.
"Karena dengan dukungan tersebut, atlet bisa lebih termotivasi untuk terus mengharumkan nama daerah dan Indonesia," tandas Asih.
Sebelumnya, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih mengharumkan nama Indonesia di ajang Asian Beach Games Sanya 2026, China. Keduanya merebut medali emas nomor speed relay putri, sekaligus memecahkan rekor dunia.
Desak Rita tampil sebagai pemanjat pertama menghadapi atlet Korea Selatan (Korsel), Jeong Jimin. Ia mendapat keuntungan setelah lawannya terpeleset di lintasan.
Momentum itu dimanfaatkan Kadek Adi Asih yang turun sebagai pemanjat kedua. Ia tampil solid saat melawan Sung Hanareum dan memastikan kemenangan Indonesia dengan catatan waktu 13,76 detik, mengungguli Korsel yang mencatat 16,50 detik.
Duet Desak Rita dan Asih sudah mencuri perhatian di babak semifinal. Mereka mencetak waktu 13,174 detik saat menghadapi tuan rumah China, sekaligus memecahkan rekor dunia dan Asia.
(iws/iws)











































